kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Sony tayangkan film 'The Interview' melalui online


Kamis, 25 Desember 2014 / 10:43 WIB
Sony tayangkan film 'The Interview' melalui online
ILUSTRASI. Diduga Terima Gratifikasi Rp 28 Miliar, KPK Tahan Mantan Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.


Sumber: BBC | Editor: Hendra Gunawan

LOS ANGELES. Sony Pictures akhirnya memutuskan untuk tetap akan merilis film “The Interview” meskipun sebelumnya telah terjadi insiden serangan cyber.

Namun kali ini, Sony tidak akan mendistribusikan filmnya itu melalui bioskop-bioskop, melainkan akan ditayangkan melalui online.

Rencananya, film yang dibintangi oleh Seth Rogen dan James Franco itu bisa dilihat melalui situs seetheinterview.com, Google (melalui platform YouTube and Play), dan Microsoft (Xbox Video). Namun Sony membatasi pengakses film ini hanya untuk wilayah Amerika Serikat saja.

Untuk menonton film ini dikenakan biaya US$ 5,99 untuk menyewa, atau US$ 14,99 untuk membeli.

"Ini selalu menjadi niat Sony untuk memiliki platform nasional yang merilis film ini," kata Michael Lynton, Ketua dan Kepala Eksekutif Sony Entertainment dalam sebuah pernyataan, Rabu (24/12).

Sayangnya, tak lama setelah ditayangkan, website seetheinterview.com tidak dapat diakses. Kemungkinan besar akibat banyaknya pengunjung situs sehingga lalu lintas menjadi padat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sony menarik film ini dari bioskop-bioskop lantaran ada kelompok yang mengatasnamakan Guardians of Peace mengancam akan melakukan teror ke sejumlah bioskop yang menayangkan film tersebut. Pembatalan itupun mendapat kritikan dari Presiden AS Barack Obama.

Pekan lalu, Federal Bureau of Investigation (FBI) menuduh Korea Utara sebagai biang keladi teror tersebut. Namun, banyak ahli cyber security membantah pernyataan FBI itu.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×