kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

S&P: Eropa akan memasuki masa resesi lagi


Senin, 30 Juli 2012 / 17:15 WIB
ILUSTRASI. PT KAI angkut telur dari Blitar ke DKI Jakarta menggunakan kereta api.


Reporter: Rika Theo, The Guardian |

LONDON. Lembaga rating Standard & Poor’s memperingatkan adanya risiko sebesar 40% bahwa zona Eropa terjerumus pada resesi berulang alias double dip recession.

Double dip recession menunjukkan ekonomi yang kembali negatif setelah dua atau tiga kuartal mengalami pertumbuhan positif. Jadi, polanya adalah resesi, pertumbuhan sesaat, tapi lalu jatuh lagi ke dalam resesi.

Dalam laporannya, S&P memangkas prediksi ekonominya untuk Eropa dan Inggris dan berkata “pelemahan aktivitas ekonomi secara keseluruhan berlanjut dan merusak fundamental.”

Menurut S&P, Prancis hanya akan tumbuh 0,3% tahun ini dan 0,7% di 2013. S&P juga memprediksi pendapatan domestik brutto (PDB) Spanyol akan anjlok 1,7% tahun ini dan masih turun lagi sebesar 0,6% di 2013.

Lembaga rating internasional ini melihat, faktor utama kemelut ekonomi Eropa adalah masalah “triple deleveraging” yang berlarut-larut. Ini adalah kondisi ketika pemerintah, bisnis, dan individu terjebak dalam problem utang.

Tak heran, laporan riset terbaru S&P itu berjudul “Kutukan Tiga D: Triple Deleveraging Menyeret Eropa ke Resesi yang Lebih Dalam.”




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×