Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, telah memperoleh pendanaan utang sebesar US$ 40 miliar untuk membeli unit pemrosesan grafis (GPU) yang digunakan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Musk mengatakan, pendanaan tersebut terutama berbentuk utang yang dapat ditarik untuk membiayai pembelian GPU yang dijadwalkan tiba pada kuartal I dan kuartal II tahun depan.
Baca Juga: Manchester United Dibantai Bournemouth 0-3, Posisi Michael Carrick di Ujung Tanduk
Karena itu, pendanaan tersebut tidak akan memberikan dampak besar terhadap kinerja perusahaan pada kuartal ini.
"Ini terutama merupakan utang yang dapat ditarik untuk pembelian GPU yang akan tiba pada kuartal I dan II. Bukan faktor besar pada kuartal ini," tulis Musk melalui platform X, Minggu (25/10/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah Reuters melaporkan awal bulan ini bahwa SpaceX tengah berunding dengan sejumlah bank dan manajer aset untuk menghimpun US$ 40 miliar guna membeli chip kecerdasan buatan dari Nvidia.
Musk menyebut status SpaceX sebagai perusahaan dengan peringkat kredit layak investasi atau investment grade, serta pendapatan dari bisnis internet satelit Starlink dan layanan peluncuran roket, membantu perusahaan mempertahankan akses terhadap pembiayaan kredit.
Pendanaan jumbo tersebut mencerminkan besarnya kebutuhan modal dalam persaingan industri AI. Perusahaan teknologi berlomba mengamankan prosesor canggih dan membangun infrastruktur komputasi untuk mendukung pengembangan teknologi tersebut.
Baca Juga: Ekspor Gas Indonesia Dipangkas, Singapura Siapkan Pasokan LNG dan Energi Nuklir
Pendapatan SpaceX melonjak 161%
Kebutuhan investasi SpaceX di bidang AI berlangsung seiring pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Pada kuartal III-2026, pendapatan SpaceX melonjak 161% menjadi US$ 14,58 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut menjadi indikasi bahwa investasi besar perusahaan di bidang AI mulai berkontribusi terhadap pendapatan. Namun, kebutuhan belanja infrastruktur komputasi juga meningkat tajam.
Belanja modal SpaceX hampir tiga kali lipat menjadi US$ 19,6 miliar, mencerminkan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk memperluas kapasitas komputasi dan mengembangkan teknologi baru.
Sebelum melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO), SpaceX juga mencantumkan rencana memproduksi GPU sendiri sebagai salah satu kebutuhan belanja modal yang signifikan dalam dokumen pendaftaran saham S-1.
Perusahaan memperingatkan calon investor mengenai besarnya pengeluaran untuk pengembangan AI dan teknologi lainnya.
Baca Juga: Wall Street Hadapi Pekan Krusial, Laporan Big Tech dan The Fed Jadi Penentu
SpaceX dan Tesla kembangkan pabrik chip
Selain mengamankan pasokan GPU dari Nvidia, SpaceX juga berencana memperkuat kemampuan produksi chip melalui Terafab, usaha patungan manufaktur semikonduktor antara SpaceX dan Tesla di Austin, Texas.
Proyek tersebut ditargetkan menghasilkan chip uji pertama sekitar Mei atau Juni 2027. Terafab kemudian membidik produksi massal pada kuartal III-2028.
Rencana tersebut menunjukkan upaya Musk membangun rantai pasok teknologi yang lebih terintegrasi, mulai dari pengadaan chip AI hingga pengembangan fasilitas manufaktur sendiri.
Meski demikian, besarnya kebutuhan belanja modal menjadi tantangan tersendiri bagi SpaceX.
Perusahaan perlu menyeimbangkan ekspansi infrastruktur AI dengan kemampuan menghasilkan pendapatan dari bisnis internet satelit, peluncuran roket, dan pengembangan teknologi lainnya.
Baca Juga: Prancis Memanas! Ratusan Ribu Orang Turun ke Jalan, Buruh Ancam Mogok Nasional














