kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Stok beras Thailand menumpuk


Rabu, 28 Januari 2015 / 13:00 WIB
ILUSTRASI. Kebiasaan Ini Bisa Merusak Potensi dan Perkembangan Anak, Orangtua Perlu Hati-Hati.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Yudho Winarto

BANGKOK. Pemerintah junta Thailand sedang bersiap-siap membongkar gedung beras karena sudah kelebihan pasokan. Selain itu, Departemen Perdagangan Luar Negeri Thailand akan melelang gandum sebanyak 1 juta ton dalam dua tahun ke depan.

Eksportir beras terbesar di dunia ini telah menimbun beras sebanyak 17,8 juta metrik ton setelah Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra menghabiskan US$ 27 miliar membeli produk petani di atas harga pasar. "Thailand masih memiliki stok besar yang tersedia. Harga akan tetap lemah," ujar Mamadou Ciss, Presiden Alliance Commodities (Suisse) SA seperti dilansir Bloomberg.

Pemimpin Junta, Prayuth Chan-Ocha berusaha untuk mengosongkan gudang tanpa harus menggoyang pasar. Pemerintah ingin mempercepat penjualan untuk mengurangi biaya persediaan sambil memastikan harga yang bisa diterima. Thailand akan dibantu dengan musim kering yang mengurangi produksi beras hingga 31% atau sekitar 6,7 juta ton.




TERBARU

[X]
×