kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Stok beras Thailand menumpuk


Rabu, 28 Januari 2015 / 13:00 WIB
ILUSTRASI. Kebiasaan Ini Bisa Merusak Potensi dan Perkembangan Anak, Orangtua Perlu Hati-Hati.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Yudho Winarto

BANGKOK. Pemerintah junta Thailand sedang bersiap-siap membongkar gedung beras karena sudah kelebihan pasokan. Selain itu, Departemen Perdagangan Luar Negeri Thailand akan melelang gandum sebanyak 1 juta ton dalam dua tahun ke depan.

Eksportir beras terbesar di dunia ini telah menimbun beras sebanyak 17,8 juta metrik ton setelah Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra menghabiskan US$ 27 miliar membeli produk petani di atas harga pasar. "Thailand masih memiliki stok besar yang tersedia. Harga akan tetap lemah," ujar Mamadou Ciss, Presiden Alliance Commodities (Suisse) SA seperti dilansir Bloomberg.

Pemimpin Junta, Prayuth Chan-Ocha berusaha untuk mengosongkan gudang tanpa harus menggoyang pasar. Pemerintah ingin mempercepat penjualan untuk mengurangi biaya persediaan sambil memastikan harga yang bisa diterima. Thailand akan dibantu dengan musim kering yang mengurangi produksi beras hingga 31% atau sekitar 6,7 juta ton.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×