kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.977   4,00   0,02%
  • IDX 9.061   -74,20   -0,81%
  • KOMPAS100 1.246   -9,15   -0,73%
  • LQ45 878   -6,42   -0,73%
  • ISSI 331   -2,68   -0,80%
  • IDX30 447   -6,62   -1,46%
  • IDXHIDIV20 523   -15,37   -2,86%
  • IDX80 139   -0,99   -0,71%
  • IDXV30 143   -5,14   -3,46%
  • IDXQ30 143   -2,72   -1,87%

Stok beras Thailand menumpuk


Rabu, 28 Januari 2015 / 13:00 WIB
Stok beras Thailand menumpuk
ILUSTRASI. Kebiasaan Ini Bisa Merusak Potensi dan Perkembangan Anak, Orangtua Perlu Hati-Hati.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Yudho Winarto

BANGKOK. Pemerintah junta Thailand sedang bersiap-siap membongkar gedung beras karena sudah kelebihan pasokan. Selain itu, Departemen Perdagangan Luar Negeri Thailand akan melelang gandum sebanyak 1 juta ton dalam dua tahun ke depan.

Eksportir beras terbesar di dunia ini telah menimbun beras sebanyak 17,8 juta metrik ton setelah Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra menghabiskan US$ 27 miliar membeli produk petani di atas harga pasar. "Thailand masih memiliki stok besar yang tersedia. Harga akan tetap lemah," ujar Mamadou Ciss, Presiden Alliance Commodities (Suisse) SA seperti dilansir Bloomberg.

Pemimpin Junta, Prayuth Chan-Ocha berusaha untuk mengosongkan gudang tanpa harus menggoyang pasar. Pemerintah ingin mempercepat penjualan untuk mengurangi biaya persediaan sambil memastikan harga yang bisa diterima. Thailand akan dibantu dengan musim kering yang mengurangi produksi beras hingga 31% atau sekitar 6,7 juta ton.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×