kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Raja Thailand masih menjalani perawatan di RS


Minggu, 23 November 2014 / 23:29 WIB
ILUSTRASI. Ini 6 Cara Menghindari Aplikasi Scam di Play Store, Awas Penipuan Online


Sumber: BBC | Editor: Yudho Winarto

BANGKOK. Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, tidak hadir dalam sebuah acara yang sudah dijadwalkan sehingga meningkatkan kekhawatiran akan kesehatannnya.

Raja berusia 86 tahun itu seharusnya memimpin pelantikan dua menteri yang ditunjuk oleh Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mantan jenderal yang memimpin kudeta Mei tahun ini.

Namun kedua menteri, pada Jumat (22/11) malam, mendapat informasi bahwa Raja Bhumibol tidak bisa bertemu mereka, seperti dilaporkan wartawan BBC, Jonathan Head, dari Bangkok.

Raja masih berada di sebuah rumah sakit di Bangkok setelah menjalani operasi bulan lalu.

Pihak istana mengatakan bahwa tim medis menyarankan agar raja tidak menghadiri pelantikan tersebut.

"Satu tim ahli kerajaan menyarankan raja tidak siap untuk melakukan audiensi. Oleh karena itu tanggal untuk audiensi kerajaan ditunda," seperti tertulis dalam pernyataan Rumah Tangga Kerajaan.

Kesehatan raja yang amat dihormati rakyat Thailand dan menjadi pemersatu di tengah krisis politik menjadi masalah yang sensitif di negeri Gajah Putih itu.

Dia sudah berkuasa selama 67 tahun dan pembahasan suksesi kerajaan dibatasi dengan ketat oleh undang-undang kejahatan negara, dengan ancaman hukuman yang berat bagi orang yang mengkritik kerajaan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×