kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Studi: Sosial distancing bisa selamatkan puluhan juta jiwa di dunia akibat corona


Selasa, 31 Maret 2020 / 09:54 WIB
ILUSTRASI. Social distancing di Thailand. Studi dari Imperial Collage menyebut sosial distancing bisa selamatkan puluha juta jiwa di dunia akibat corona. REUTERS/Challinee Thirasupa TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Sebuah model matematika yang dikembangkan oleh para peneliti di Imperial College di London menyebut bahwa pandemi corona bisa membunuh 20 juta orang di seluruh dunia tahun ini bahkan jika orang mengambil langkah untuk mengurangi kontak sosial.

Dilansir dari South China Morning Post, model yang dibuat para peneliti juga mengindikasikan bahwa jika tidak ada langkah sosial yang diambil, penyakit ini dapat membunuh sebanyak 40 juta orang di seluruh dunia.

Baca Juga: Data Johns Hopkins: Kasus virus corona di AS sudah lampaui 160.000, 3.000 kematian

Tetapi ini dapat dikurangi setengahnya jika orang memotong pertemuan sosial mereka sebesar 40% dan manula mengurangi interaksi mereka hingga 60%.

Mereka juga mengatakan bahwa langkah-langkah yang lebih agresif dapat mengurangi korban lebih lanjut dan memperingatkan bahwa semua pemerintah harus menghadapi keputusan yang menantang dalam beberapa minggu dan bulan mendatang tentang kapan dan seberapa agresif mereka harus memaksakan jarak sosial, dan berapa lama mereka mampu langkah-langkah ini.

Mereka menghitung bahwa jika jarak sosial yang lebih intensif dan berskala luas diterapkan lebih awal dan berkelanjutan, dengan memotong 75% dari tingkat kontak antarpribadi, bisa menyelamatkan 38,7 juta jiwa.

Dalam studi mereka yang dipublikasikan Jumat lalu, mereka memasukkan sejumlah skenario, seperti apa yang akan terjadi jika dunia tidak mengambil tindakan untuk mengandung virus corona baru, yang kini telah menginfeksi lebih dari 700.000 orang dan menyebabkan lebih dari 34.000 kematian.

Baca Juga: Lockdown dan panic buying di berbagai negara bisa mengguncang ketahanan pangan global

Model ini juga mencakup dua skenario menggabungkan jarak sosial, yang menghasilkan epidemi berpuncak tunggal, dan beberapa skenario untuk menekan penyebaran penyakit.

Dalam memproyeksikan dampak kesehatan pandemi di 202 negara, para peneliti dari Imperial College Covid-19 Response Team mengumpulkan data tentang pola kontak spesifik usia dan keparahan Covid-19.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×