Sumber: Al Jazeera | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Pemerintah Venezuela sendiri sudah tidak merilis data inflasi sejak Maduro mengklaim kemenangan dalam pemilu kontroversial 2024.
Masih belum jelas apakah kondisi akan kembali normal pascaserangan AS. Pada Sabtu dini hari, militer AS melancarkan serangan ke sejumlah instalasi militer di Caracas dan wilayah sekitarnya. Menurut sumber anonim yang dikutip New York Times, sedikitnya 80 orang tewas.
Meski serangan berlangsung singkat, Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan “gelombang kedua” jika tuntutannya tidak dipenuhi. Pemerintah Venezuela pun menetapkan status darurat dan menegaskan Maduro tetap presiden sah, meski kini ditahan di AS.
Bagi Arismendi, ketegangan saat ini memang belum separah pascapemilu 2024, ketika ribuan orang turun ke jalan. Namun, ia merasa situasinya bisa dengan cepat memburuk.
“Kita belum sampai ke titik itu, syukurlah. Tapi rasanya tidak terlalu jauh juga,” katanya.
Tonton: Cadangan Minyak Venezuela Terbesar di Dunia, Terancam Dikuasai AS?
Kesimpulan
Serangan militer Amerika Serikat ke Caracas memperparah rasa ketidakpastian warga Venezuela, memicu antrean panjang, lonjakan harga kebutuhan pokok, dan perlambatan aktivitas ekonomi, meski krisis struktural sebenarnya telah lama menghantui negara itu jauh sebelum bom dijatuhkan.













