kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.893   23,00   0,14%
  • IDX 8.885   -0,10   0,00%
  • KOMPAS100 1.232   5,72   0,47%
  • LQ45 874   7,20   0,83%
  • ISSI 324   0,25   0,08%
  • IDX30 446   5,56   1,26%
  • IDXHIDIV20 530   9,50   1,83%
  • IDX80 137   0,76   0,56%
  • IDXV30 146   2,23   1,55%
  • IDXQ30 143   1,91   1,35%

Swiss bangun gedung seni US$ 100 juta di China


Rabu, 01 Agustus 2012 / 17:03 WIB
ILUSTRASI. Emiten perkebunan akan diuntungkan dengan adanya penurunan pungutan pajak. ANTARA FOTO/Akbar Tado/rwa.


Reporter: Erindia Deviana, Bloomberg | Editor: Edy Can


BEIJING. Euroasia Investment SA, melihat peluang dibalik booming pasar seni di China. Perusahaan logistik Swiss ini berencana membangun fasilitas gedung penyimpanan bebas pajak senilai US$ 100 juta di sebelah Bandara Internasional Beijing.

Chairman Euroasia Tony Reynard mengatakan, pembangunan gudang ini akan meniru yang ada di Singapura. Ruangan ini dilengkapi dengan sistem keamanan maksimum sehingga bisa digunakanuntuk menyimpan berbagai barang seni, emas, dan, barang-barang berharga lainnya.

Rencananya, tempat ini juga dirancang memiliki ruang pameran untuk menyelenggarakan pelelangan internasional.
Gedung ini memiliki luas 83.000 meter persegi dan berukuran tiga kali lebih besar dari yang ada di Singapura.

Proyek The Beijing Freeport of Culture ini merupakan usaha patungan antara Euroasia dengan Beijing Gehua Cultural Development Group. Proyek ini adalah bagian dari inisiatif pemerintah untuk mempromosikan industri budaya dan menekan penyelundupan barang-barang seni. “Akan ada semacam pelayanan publik yang akan bertanggung jawab terhadap karya otentik yang keluar-masuk,” kata Reynard.

Ia mengatakan, gedung penyimpanan itu akan rampung pertengahan 2014 nanti dan akan dibebaskan dari bea masuk, pajak pertambahan nilai, dan pajak konsumsi. Hal tersebut menciptakan penghematan sekitar 34%.

Pengadaan gedung penyimpanan karya seni ini sangat penting mengingat China yang memiliki 1.000 tempat pelelangan yang sering bermasalah dengan penyelundupan dan barang palsu.

Sekedar informasi, tahun lalu China menyalip AS dengan menjadi pasar barang antik dan benda seni terbesar di dunia. Laporan yang diterbitkan Yayasan Seni Belanda menyebutkan, pelelangan di China, Hong Kong, Macau, dan Thailand menghasilkan US$12 miliar tahun lalu.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×