kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.889   13,00   0,07%
  • IDX 6.308   39,90   0,64%
  • KOMPAS100 826   3,73   0,45%
  • LQ45 627   1,42   0,23%
  • ISSI 218   1,67   0,77%
  • IDX30 352   0,14   0,04%
  • IDXHIDIV20 426   -2,00   -0,47%
  • IDX80 94   0,47   0,50%
  • IDXV30 118   0,10   0,08%
  • IDXQ30 111   -0,32   -0,29%

Syarat Monetisasi YouTube 2027 Berubah, Ini yang Harus Diketahui Kreator


Rabu, 12 Agustus 2026 / 10:20 WIB
Syarat Monetisasi YouTube 2027 Berubah, Ini yang Harus Diketahui Kreator
ILUSTRASI. Youtube (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - Syarat monetisasi YouTube 2027 akan berubah. Mulai 1 Februari 2027, YouTube menaikkan batas yang harus dipenuhi kreator untuk mendapatkan pendapatan dari iklan dan YouTube Premium.

Perubahan paling signifikan berlaku untuk kreator yang mengandalkan YouTube Shorts.

Sebagai catatan, saat ini kreator membutuhkan 4.000 jam tayang dalam 12 bulan atau 10 juta penayangan Shorts dalam 90 hari.

Mulai 2027 angka tersebut akan naik menjadi 8.000 jam tayang atau 20 juta penayangan Shorts.

Berikut hal-hal penting yang perlu diketahui kreator mengenai syarat monetisasi YouTube 2027.

Baca Juga: Microsoft Ungkap Negara yang Paling Gemar Gunakan AI, Indonesia Posisi 77

Kapan Syarat Monetisasi YouTube Berubah?

YouTube akan menerapkan aturan baru mulai 1 Februari 2027.

Perubahan tersebut berlaku untuk kreator baru maupun kreator yang sudah tergabung dalam YouTube Partner Program (YPP), khususnya terkait pendapatan dari Shorts.

YouTube menyebut perubahan ini sebagai pembaruan besar terhadap sistem Partner Program. Sebelumnya, perubahan besar terakhir dilakukan pada 2018.

Saat ini, lebih dari 3 juta kreator telah bergabung dalam YouTube Partner Program.

Baca Juga: Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Internet Termurah di Dunia

Apa Syarat Monetisasi YouTube 2027?

Ada dua jalur utama yang bisa digunakan kreator untuk memenuhi syarat mendapatkan pendapatan dari iklan dan YouTube Premium.

Mulai 2027, kreator harus memenuhi salah satu dari dua target berikut:

  • 8.000 jam tayang yang memenuhi syarat dalam 12 bulan terakhir, atau
  • 20 juta penayangan Shorts yang memenuhi syarat dalam 90 hari terakhir.

Kedua angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan persyaratan saat ini.

Syarat Saat ini Mulai 1 Februari 2027
Jam tayang 4.000 jam 8.000 jam
Views Shorts 10 juta/90 hari 20 juta/90 hari
Subscriber 1.000 Tetap 1.000

Untuk syarat subscriber, YouTube tidak mengumumkan perubahan. Artinya, kreator tetap harus memiliki sedikitnya 1.000 subscriber untuk mendapatkan akses ke pendapatan iklan dan YouTube Premium melalui jalur tersebut.

Baca Juga: Daftar Negara dengan Internet Termahal di Dunia, Tembus Rp6,7 Juta per Bulan

Kreator yang Sudah Monetisasi Juga Perlu Waspada

Kreator yang sudah berada di dalam program juga perlu memperhatikan perubahan khusus untuk pendapatan Shorts.

Mulai 2027, mereka harus mempertahankan 10 juta penayangan Shorts yang memenuhi syarat dalam periode 90 hari berjalan agar tetap mendapatkan pendapatan iklan dan langganan dari Shorts setiap bulan.

Namun, kreator tidak akan langsung dikeluarkan dari YouTube Partner Program apabila jumlah views turun di bawah batas tersebut.

Mereka tetap dapat menghasilkan uang dari video panjang.

Jika jumlah penayangan Shorts kembali melewati batas 10 juta views dalam 90 hari, pembagian pendapatan Shorts akan aktif kembali secara otomatis.

Baca Juga: Microsoft Pecahkan Rekor, Nilai Pasar Melonjak Rp8.100 Triliun dalam Sehari

Syarat Monetisasi Level Awal Tetap Sama

Meski ambang untuk mendapatkan pendapatan iklan naik, YouTube tidak mengubah persyaratan untuk level awal Partner Program.

Kreator masih bisa mendapatkan akses ke sejumlah fitur monetisasi dengan:

  • 500 subscriber
  • 3 upload publik dalam 90 hari terakhir
  • 3.000 jam tayang yang memenuhi syarat, atau
  • 3 juta penayangan Shorts yang memenuhi syarat

Namun, ada perbedaan penting.

Level awal tersebut belum memberikan akses ke pendapatan iklan dan YouTube Premium.

Kreator pada level ini dapat memanfaatkan fitur seperti dukungan dari penggemar dan berbagai fitur shopping.

Baca Juga: Apple Kuasai 65% Pasar Smartphone Premium Dunia, Samsung Jauh di Belakang


Tag


TERBARU

[X]
×