kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.990   -3,00   -0,02%
  • IDX 9.155   21,54   0,24%
  • KOMPAS100 1.262   -1,73   -0,14%
  • LQ45 891   -2,50   -0,28%
  • ISSI 335   1,14   0,34%
  • IDX30 456   0,81   0,18%
  • IDXHIDIV20 539   1,12   0,21%
  • IDX80 140   -0,30   -0,21%
  • IDXV30 149   0,73   0,49%
  • IDXQ30 146   0,28   0,20%

Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol, Sedikitnya 40 Orang Tewas


Selasa, 20 Januari 2026 / 08:32 WIB
Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol, Sedikitnya 40 Orang Tewas
ILUSTRASI. Dua kereta berkecepatan tinggi tergelincir di Spanyol (REUTERS/Susana Vera)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Sedikitnya 40 orang tewas dalam kecelakaan kereta api di wilayah selatan Spanyol setelah sebuah kereta cepat anjlok dan bertabrakan dengan kereta lain yang datang dari arah berlawanan pada Minggu malam.

Insiden ini disebut sebagai salah satu kecelakaan kereta terburuk di Eropa dalam 80 tahun terakhir.

Layanan darurat menyebutkan 12 korban dalam kondisi kritis dan dirawat di unit perawatan intensif. Kecelakaan terjadi di dekat Adamuz, Provinsi Córdoba, sekitar 360 kilometer selatan Madrid. Para ahli menduga sambungan rel yang rusak menjadi faktor penting penyebab kecelakaan.

Baca Juga: Bursa Australia Terkoreksi Selasa (20/1), Ancaman Tarif Trump Tekan Sentimen Global

“Kereta miring ke satu sisi… lalu semuanya gelap, yang terdengar hanya jeritan,” ujar Ana Garcia Aranda (26), salah satu korban selamat yang dirawat di pusat Palang Merah di Adamuz.

Dengan pincang dan wajah diperban, Ana menceritakan bagaimana penumpang lain menariknya keluar dari kereta yang dipenuhi darah.

Petugas pemadam kebakaran juga menyelamatkan kakaknya yang sedang hamil dari puing-puing kereta, sebelum keduanya dilarikan ke rumah sakit.

“Ada orang yang tampak baik-baik saja, tapi ada juga yang kondisinya sangat parah… Anda tahu mereka tidak akan selamat dan tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Hingga saat ini, polisi menerima 43 laporan orang hilang di kantor kepolisian di Huelva, Madrid, Málaga, Córdoba, dan Sevilla.

Baca Juga: Dolar AS Sentuh Level Terendah Sepekan, Geopolitik Picu Kembali Aksi Sell America

Lokasi Terpencil Hambat Evakuasi

Tabrakan terjadi di wilayah perbukitan dan perkebunan zaitun yang hanya dapat diakses melalui satu jalan sempit, sehingga menyulitkan ambulans dan tim penyelamat, kata Iñigo Vila, Direktur Nasional Penanggulangan Darurat Palang Merah Spanyol.

Presiden Regional Andalusia Juan Manuel Moreno menyatakan sedikitnya 40 orang meninggal dunia. Tim penyelamat juga menghadapi kesulitan mendatangkan alat berat untuk mengangkat gerbong dan menjangkau korban yang masih tertimbun.

Perdana Menteri Pedro Sanchez membatalkan kehadirannya di World Economic Forum di Davos, Swiss. Menteri Transportasi Oscar Puente mengunjungi lokasi kejadian pada Senin.

Rekaman drone kepolisian menunjukkan kedua kereta, yang membawa 527 penumpang, berhenti dengan jarak sekitar 500 meter. Salah satu gerbong terbelah dua, sementara lokomotif ringsek parah.

Sumber yang mengetahui penyelidikan awal menyebutkan ditemukannya sambungan rel yang patah, menciptakan celah antarrel yang semakin melebar seiring lalu lintas kereta. Kerusakan ini dinilai krusial dalam mengungkap penyebab kecelakaan.

Baca Juga: Dolar AS Terancam! BRICS Siapkan Skema Pembayaran Baru

Penyelidikan Masih Berlangsung

Kepala Komisi Investigasi Kecelakaan Kereta Spanyol (CIAF), Ignacio Barron, mengatakan faktor utama dalam kasus anjlokan biasanya adalah “interaksi antara rel dan kendaraan”, yang kini tengah diteliti.

Seorang warga Adamuz bernama Paqui, yang ikut membantu evakuasi korban, mengatakan suaminya menemukan seorang anak meninggal di dalam kereta dan anak lain yang menangis memanggil ibunya.

“Tidak ada yang siap melihat kejadian seperti itu,” ujarnya.

Polisi membuka posko di Córdoba bagi keluarga korban untuk memberikan sampel DNA guna proses identifikasi jenazah.

Presiden Renfe Álvaro Fernández Heredia menjelaskan, kereta Iryo melaju dengan kecepatan 110 km/jam dari Málaga menuju Madrid ketika anjlok.

Sekitar 20 detik kemudian, kereta kedua yang melaju 200 km/jam menuju Huelva menabrak dua gerbong terakhir kereta Iryo atau puing-puing di jalur rel. Kereta Iryo juga kehilangan satu roda yang hingga kini belum ditemukan.

Baca Juga: Ketua The Fed Jerome Powell akan Hadiri Sidang soal Upaya Trump Pecat Lisa Cook

Fernández Heredia menegaskan masih terlalu dini menentukan penyebab kecelakaan, namun insiden terjadi dalam “kondisi yang aneh” dan kesalahan manusia hampir dapat dikesampingkan.

Jumlah korban tewas ini termasuk dalam 20 kecelakaan kereta dengan korban terbanyak di Eropa dalam 80 tahun, dan menjadi yang terburuk di Spanyol sejak 2013, ketika kecelakaan di Santiago de Compostela menewaskan 80 orang.

Serikat masinis Semaf sebelumnya telah memperingatkan pengelola infrastruktur rel milik negara Adif mengenai keausan parah di jalur Madrid–Andalusia dan jalur lainnya, melalui surat pada Agustus lalu.

Mereka mendesak pembatasan kecepatan yang lebih ketat. Adif belum memberikan komentar resmi.

Kereta Iryo yang terlibat kecelakaan merupakan Frecciarossa 1000 berusia kurang dari empat tahun, sementara jalur rel di dekat Adamuz baru direnovasi pada Mei tahun lalu. Iryo menyatakan kereta tersebut terakhir diperiksa pada 15 Januari.

Spanyol memiliki jaringan kereta cepat terbesar di Eropa dan terbesar kedua di dunia setelah China, dengan total 3.622 kilometer rel. Pemerintah Spanyol sebelumnya menuai kritik akibat berbagai gangguan layanan kereta cepat, termasuk pemadaman listrik dan pencurian kabel tembaga.

Sejak 2020, Spanyol membuka jaringan kereta cepat untuk kompetisi swasta guna menghadirkan alternatif berbiaya rendah selain kereta Ave milik Renfe.

Iryo merupakan perusahaan patungan antara operator kereta negara Italia Ferrovie dello Stato, maskapai Air Nostrum, dan dana investasi infrastruktur Spanyol Globalvia.

Selanjutnya: Ketegangan AS-Eropa Memanas: Nasib Dolar AS di Ujung Tanduk

Menarik Dibaca: Jadwal Daihatsu Indonesia Masters 2026, 10 Wakil Indonesia Berlaga Menuju 16 Besar




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×