kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.986   69,00   0,41%
  • IDX 9.124   48,47   0,53%
  • KOMPAS100 1.261   5,38   0,43%
  • LQ45 892   2,62   0,29%
  • ISSI 334   3,47   1,05%
  • IDX30 454   1,97   0,44%
  • IDXHIDIV20 537   3,89   0,73%
  • IDX80 140   0,56   0,40%
  • IDXV30 149   1,57   1,07%
  • IDXQ30 146   0,59   0,41%

Tragedi Kereta Cepat Spanyol: Tabrakan Maut Tewaskan 21 Orang


Senin, 19 Januari 2026 / 13:42 WIB
Tragedi Kereta Cepat Spanyol: Tabrakan Maut Tewaskan 21 Orang
ILUSTRASI. Sebuah kereta cepat anjlok dan menghantam kereta lain yang melaju dari arah berlawanan di wilayah selatan Spanyol pada Minggu (18/1/2026).(REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - ADAMUZ. Sebuah kereta cepat anjlok dan menghantam kereta lain yang melaju dari arah berlawanan di wilayah selatan Spanyol pada Minggu (18/1/2026). Tabrakan tersebut mendorong kereta kedua keluar dari rel dan jatuh ke lereng tanggul, menewaskan sedikitnya 21 orang, kata Kementerian Dalam Negeri Spanyol.

Kecelakaan terjadi di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, sekitar 360 kilometer di selatan ibu kota Madrid.

Dari 75 orang yang dilarikan ke rumah sakit, 15 korban dilaporkan dalam kondisi serius, ujar Juanma Moreno, Kepala Pemerintah Daerah Andalusia, kepada wartawan pada Senin dini hari. Ia memperkirakan jumlah korban tewas akan melebihi 20 orang dan memperingatkan angka tersebut masih bisa bertambah saat proses evakuasi berlanjut di siang hari.

“Daya benturan kecelakaan ini sangat kuat… kemungkinan kami akan menemukan (korban) lainnya,” kata Moreno. Ia menambahkan, alat berat diperlukan untuk menyingkirkan puing-puing logam kereta yang hancur guna mencari kemungkinan korban baru.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan tim penyelamat mengevakuasi penumpang dari gerbong yang terpelintir dan terbalik di bawah sorotan lampu sorot. Sejumlah penumpang tampak keluar melalui jendela yang pecah, sementara lainnya dibawa dengan tandu.

Baca Juga: Dua Kereta Cepat Anjlok di Spanyol, Tabrakan Tewaskan Sedikitnya 21 Orang

Harian El Pais melaporkan masinis berusia 27 tahun dari kereta rute Madrid–Huelva, kereta yang tertabrak termasuk di antara korban tewas.

Sekitar 400 penumpang berada di dua kereta tersebut, sebagian besar warga Spanyol yang bepergian pulang-pergi ke Madrid usai akhir pekan. Belum jelas berapa banyak wisatawan di dalam kereta, mengingat Januari bukan musim liburan di Spanyol.

“Ada banyak korban luka. Saya masih gemetar,” kata Maria San José (33), penumpang kereta cepat rute Malaga–Madrid yang pertama kali anjlok, kepada El Pais.

Seorang penumpang kereta kedua yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada penyiar publik TVE: “Orang-orang berteriak, tas jatuh dari rak. Saya menuju Huelva di gerbong keempat, yang terakhir—untungnya.”

El Pais menyebutkan kereta kedua yang menuju Huelva dan dioperasikan perusahaan negara Renfe melaju sekitar 200 km/jam saat tabrakan terjadi. Kecepatan kereta pertama saat anjlok belum diketahui.

Penyebab kecelakaan masih diselidiki, kata Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente dalam konferensi pers di Stasiun Atocha, Madrid. Ia menyebut insiden anjlok di lintasan lurus sebagai hal yang “sangat aneh”, seraya menambahkan bahwa jalur tersebut baru diperbarui pada Mei lalu.

“Malam ini adalah malam duka yang mendalam bagi negara kami,” tulis Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez di platform X. Istana menyatakan Raja dan Ratu Spanyol mengikuti perkembangan dengan penuh keprihatinan.

Masih Ada Penumpang Terjebak

Kecelakaan terjadi pada pukul 19.45 waktu setempat (18.45 GMT), sekitar 10 menit setelah kereta Iryo meninggalkan Cordoba menuju Madrid, kata otoritas.

“Kereta Iryo 6189 Malaga–Madrid anjlok di Adamuz dan menghantam jalur di sebelahnya. Kereta Madrid–Huelva yang melaju di jalur tersebut juga anjlok,” demikian pernyataan Adif, pengelola jaringan rel Spanyol, di media sosial.

Baca Juga: Pasar Taruhan Piala Dunia 2026: Spanyol Dominan, AS Jadi Sorotan

Puente mengatakan sebagian besar korban tewas dan luka berada di dua gerbong pertama kereta kedua, yakni Renfe Alvia, yang anjlok akibat benturan dan terjun ke sisi tanggul rel. Gerbong pertama membawa 37 penumpang, sementara gerbong kedua 16 penumpang.

Kereta Iryo rute Malaga–Madrid yang dioperasikan pihak swasta menghantam kereta Renfe rute Madrid–Huelva, membuat kereta Renfe meluncur ke bawah tanggul. Kereta Iryo membawa lebih dari 300 penumpang, sedangkan kereta Renfe sekitar 100 penumpang.

Kepala Pemadam Kebakaran Cordoba, Paco Carmona, mengatakan kepada TVE bahwa evakuasi penumpang kereta Iryo selesai dalam beberapa jam. Namun, gerbong Renfe mengalami kerusakan parah dengan logam dan kursi yang terpelintir.

“Masih ada orang yang terjebak. Operasi difokuskan untuk mengeluarkan mereka dari area yang sangat sempit,” ujarnya. “Kami harus mengevakuasi jenazah untuk menjangkau siapa pun yang masih hidup. Ini tugas yang sangat rumit.”

Adegan Mengerikan

Wali Kota Adamuz, Rafael Moreno, mengatakan kepada El Pais bahwa ia termasuk orang pertama yang tiba di lokasi bersama polisi setempat dan melihat apa yang diduganya sebagai jasad dengan luka parah beberapa meter dari titik kecelakaan.

“Pemandangannya mengerikan,” katanya.

“Saya tidak yakin kedua kereta berada di jalur yang sama, tetapi situasinya belum jelas. Saat ini para wali kota dan warga setempat fokus membantu para penumpang,” tambahnya.

Televisi lokal menayangkan pusat penerimaan penumpang yang didirikan di Adamuz—kota berpenduduk sekitar 5.000 orang—dengan warga membawa makanan dan selimut saat suhu malam turun hingga sekitar 6 derajat Celsius.

Penumpang yang turun dari bus tampak menangis dan hanya berbicara singkat kepada media sebelum diarahkan masuk.

Baca Juga: Spanyol Selidiki Meta atas Dugaan Pelanggaran Privasi Pengguna Android

Jurnalis TVE Salvador Jimenez, yang berada di kereta Iryo, membagikan gambar bagian hidung gerbong belakang kereta tersebut tergeletak miring, dengan penumpang yang dievakuasi duduk di sisi gerbong yang terbalik.

Iryo adalah operator kereta swasta yang mayoritas sahamnya dimiliki grup perkeretaapian milik negara Italia, Ferrovie dello Stato. Kereta yang terlibat adalah Freccia 1000 rute Malaga–Madrid, kata juru bicara Ferrovie dello Stato.

Perusahaan menyatakan sangat menyesalkan kejadian tersebut dan telah mengaktifkan seluruh protokol darurat untuk bekerja sama dengan otoritas terkait.

Renfe menyatakan anjloknya kereta mereka disebabkan oleh kereta Iryo yang anjlok dan masuk ke jalurnya. Layanan darurat masih melakukan evakuasi penumpang. Renfe menambahkan presidennya tengah menuju lokasi kejadian dan perusahaan berupaya mendukung penumpang serta keluarga korban. 

Adif telah menangguhkan seluruh layanan kereta antara Madrid dan Andalusia.

Selanjutnya: AGTI Usulkan Industrial TPT Fund di tengah Wacana Pembentukan BUMN Tekstil

Menarik Dibaca: Ancaman Kebocoran Data Instagram, Waspada Email Reset Password Palsu




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×