Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Sedikitnya 21 orang tewas setelah sebuah kereta cepat anjlok dan menghantam kereta lain yang datang dari arah berlawanan di Spanyol selatan pada Minggu (18/1/2026), menurut sumber kepolisian yang dikutip Reuters.
Tabrakan tersebut menyebabkan kereta kedua keluar dari rel dan terperosok ke lereng di sisi jalur.
Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengatakan penyebab kecelakaan belum diketahui.
Ia menyebut insiden tersebut “sangat aneh” karena terjadi di lintasan rel yang lurus. Jalur tersebut juga baru diperbarui pada Mei lalu.
Baca Juga: Pilpres Portugal: Sosialis Moderat dan Kandidat Kanan Jauh Melaju ke Putaran Kedua
Kecelakaan terjadi di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, sekitar 360 kilometer di selatan Madrid.
Kepala otoritas kesehatan regional mengatakan 18 korban luka telah dilarikan ke rumah sakit, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
Televisi nasional Spanyol, TVE, melaporkan masinis salah satu kereta yang melaju dari Madrid menuju Huelva termasuk di antara korban tewas.
Secara keseluruhan, sekitar 100 orang dilaporkan terluka, dengan 25 orang mengalami luka serius.
Pengelola jaringan kereta api Spanyol, Adif, menyatakan bahwa kereta Iryo 6189 rute Malaga–Madrid anjlok di Adamuz dan masuk ke jalur sebelah, sebelum menabrak kereta Madrid–Huelva yang melintas di jalur tersebut. Kedua kereta kemudian keluar dari rel.
Menurut Adif, kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.40 waktu setempat, sekitar 10 menit setelah kereta Iryo meninggalkan Cordoba menuju Madrid.
Baca Juga: Uni Eropa Bergerak Cepat Cegah Tarif Trump soal Greenland, Siapkan Retaliasi
Kereta Iryo dioperasikan oleh operator swasta Iryo, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh grup perkeretaapian milik negara Italia, Ferrovie dello Stato. Kereta yang terlibat adalah Freccia 1000 yang melayani rute Malaga–Madrid.
Ferrovie dello Stato menyampaikan duka mendalam dan menyatakan telah mengaktifkan seluruh protokol darurat serta bekerja sama dengan otoritas terkait.
Kereta kedua, jenis Alvia, dioperasikan oleh perusahaan kereta api nasional Renfe. Harian El Pais melaporkan kereta tersebut melaju sekitar 200 kilometer per jam saat tabrakan terjadi.
Renfe menyatakan anjloknya kereta mereka disebabkan oleh kereta Iryo yang keluar rel dan masuk ke jalur lintasan.
Renfe juga menyebutkan bahwa proses evakuasi masih berlangsung dan layanan darurat terus mengevakuasi penumpang.
Presiden Renfe dilaporkan sedang menuju lokasi kejadian untuk memantau penanganan korban dan mendukung keluarga penumpang.
Akibat kecelakaan tersebut, Adif menghentikan seluruh layanan kereta api antara Madrid dan wilayah Andalusia.
Baca Juga: Ekonomi China Diperkirakan Capai Target Pertumbuhan 2025, Tapi Prospek Kian Suram
Upaya Penyelamatan Berlangsung Sulit
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez membatalkan agenda pada Senin untuk menangani tragedi tersebut. Raja dan Ratu Spanyol juga dilaporkan terus memantau perkembangan kejadian.
Pasukan militer dari pangkalan terdekat dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan dan evakuasi.
Kereta Iryo diketahui membawa lebih dari 300 penumpang, sementara kereta Renfe mengangkut sekitar 100 orang.
Kepala dinas kesehatan Andalusia, Antonio Sanz, mengatakan enam korban mengalami luka sangat parah, lima luka parah, dan tujuh lainnya luka ringan hingga sedang.
Ia menambahkan akses menuju lokasi kecelakaan cukup sulit, sementara salah satu kereta terperosok ke lereng sedalam sekitar empat meter. “Kami memperkirakan malam yang sangat sulit. Jumlah korban tewas masih bisa bertambah,” ujarnya.
Baca Juga: Merger Rio Tinto–Glencore Berpotensi Harus Jual Aset demi Restu China
Kepala pemadam kebakaran Cordoba Paco Carmona mengatakan, gerbong kereta Renfe mengalami kerusakan parah dengan rangka dan kursi yang terpelintir. Sejumlah penumpang masih terjebak di dalam.
“Kami harus mengevakuasi korban meninggal untuk bisa menjangkau siapa pun yang masih hidup. Ini operasi yang sangat rumit,” katanya.
Gambar yang ditayangkan televisi lokal menunjukkan pusat penampungan sementara bagi penumpang di kota Adamuz. Warga setempat terlihat membantu dengan menyediakan makanan dan selimut, di tengah suhu malam sekitar 6 derajat Celsius.
Sejumlah penumpang yang selamat terlihat menangis saat dievakuasi. “Banyak yang terluka. Saya masih gemetar,” kata Maria San Jose (33), penumpang kereta Iryo, kepada El Pais.
Penumpang lain dari kereta Alvia mengatakan suasana sangat panik, dengan penumpang berteriak dan barang-barang jatuh dari rak.











![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
