kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Taiwan jadi negara Asia pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis


Jumat, 17 Mei 2019 / 16:48 WIB


Sumber: CNN | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Anggota parlemen Taiwan telah menyetujui RUU yang mengesahkan pernikahan sesama jenis. Keputusan tersebut menjadikan Taiwan sebagai negara Asia pertama yang mengesahkan undang-undang pernikahan sesama jenis.

Seperti diberitakan CNN, pembahasan aturan tersebut memakan waktu hingga dua tahun, setelah Mahkamah Konstitusi Taiwan memutuskan bahwa hukum yang mengatakan bahwa pernikahan hanya berlaku pada sepasang pria dan wanita, tidak konstitusional. Usai ketok palu, panel hakim MK Taiwan memberi waktu dua tahun kepada parlemen untuk mengubah atau membuat undang-undang baru.

Pada hari Jumat waktu setempat, anggota parlemen mengesahkan RUU yang membuat pernikahan sesama jenis menjadi kenyataan di negara tersebut. Beleid ini akan mulai berlaku pada 24 Mei.

Meskipun pulau ini memiliki komunitas gay yang besar, masalah kesetaraan pernikahan telah memecah belah masyarakat Taiwan. Dalam referendum kontroversial pada November tahun lalu, 67% masyarakat menolak pernikahan sesama jenis.

Dalam beberapa bulan terakhir kelompok konservatif meningkatkan kampanye menentang reformasi pernikahan sesama jenis.

Meski begitu, masih belum jelas apakah pasangan sesama jenis juga bisa menikmati sejumlah hak yang selama ini didapat pasangan heteroseksual. Semisal adopsi dan pernikahan lintas negara.

Setelah pemungutan suara di parlemen, Presiden Taiwan Tsai Ing lewat twitter mengatakan bahwa, "Kami mengambil langkah besar menuju kesetaraan sejati, dan membuat Taiwan menjadi negara yang lebih baik,"

Meski begitu, dengan besarnya masyarakat yang menolak pernikahan sesama jenis, masa depan politik Presiden Tsai justru dinilai terancam menjelang pemilihan presiden Taiwan pada tahun depan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×