kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Taiwan mendesak Filipina cabut larangan bepergian ke negaranya


Selasa, 11 Februari 2020 / 11:40 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang yang memakai masker wajah berjejer di luar sebuah apotek ketika negara itu dilanda wabah virus corona baru, di Beijing, Cina 4 Februari 2020. seperti yang diumumkan awal pekan ini.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  TAIPEI. Pemerintah Taiwan mendesak Filipina untuk mencabut larangan perjalanan (travel ban) terhadap warganya ke Taiwan karena ketakutan wabah virus corona.  

Hal itu disampaikan Taiwan pada hari Selasa (11/2) setelah Filipina membatalkan penerbangan ke Taiwan menyusul larangan pemerintah terhadap semua orang asing yang bepergian dari pulau itu untuk membantu menahban penyebaran virus corona.

Baca Juga: China sebut latihan militer di Taiwan untuk mengasah kemampuan tempur

Mengutip Reuters, Juru Bicara Kementerian, Joanne Ou  dalam jumpa pers reguler di Taipei mengatakan bahwa beberapa orang Taiwan terdampar di bandara Filipina setelah larangan itu diumumkan pada awal pekan ini.

Dampak penyebaran virus corona semakin meluas. Data menunjukkan, hingga Selasa (11/2) pukul 10.53 WIB, tercatat 43.108 kasus terkonfirmasi, 1.018 orang meninggal dan 4.048 orang sembuh.

Baca Juga: Mahfud MD sebut ada langkah alternatif soal pemulangan WNI terduga teroris

China masih menjadi negara dengan jumlah korban terbanyak.

Sementara itu, negara-negara di luar China, Taiwan, Hong Kong dan Makau yang sudah terjangkiti virus corona adalah: Singapura, Thailand, Jepang, Malaysia, Australia, Jerman, Vietnam, Amerika Serikat, Prancis, Kanada, Uni Emirat Arab, Italia, Filipina, India, Inggris, Rusia, Nepal, Kamboja, Belgia, Spanyol, Finlandia, Swedia dan Sri Lanka.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×