Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Selain pertahanan militer, Taiwan menguji ketahanan infrastruktur komunikasi sipil. Pemerintah akan sengaja memperlambat jaringan internet seluler di Taiwan tengah pada Senin sebagai bagian dari latihan pertahanan sipil.
Simulasi ini dirancang untuk menguji kemampuan masyarakat berkomunikasi ketika kapasitas jaringan terbatas dalam situasi darurat, termasuk bencana alam maupun skenario konflik dengan China.
Pemerintah memastikan layanan penting seperti mesin ATM, lampu lalu lintas, dan panggilan ambulans darurat tidak terdampak. Jaringan telepon tetap dan layanan internet kabel juga tetap beroperasi.
Baca Juga: Taiwan Meremehkan Dampak Sanksi China Terhadap Produsen Senjata Eropa
Taiwan telah menyosialisasikan simulasi tersebut kepada masyarakat. Pemerintah mengirimkan peringatan melalui pesan singkat dalam bahasa Mandarin dan Inggris pada Jumat serta menyebarkan video informasi melalui media sosial selama akhir pekan.
Latihan serupa akan digelar di wilayah utara Taiwan, termasuk ibu kota Taipei, pada Kamis mendatang.
China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan untuk mengambil alih pulau tersebut.
Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing dan menegaskan bahwa masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya.
Baca Juga: Laba Industri China Tumbuh Pesat Meski Perang Iran Meningkatkan Risiko
"Hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan Taiwan," demikian penegasan pemerintah Taiwan.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
