kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tak fasih berbahasa Inggris, tetap nekat ke AS (2)


Jumat, 05 Juli 2019 / 09:45 WIB
Tak fasih berbahasa Inggris, tetap nekat ke AS (2)

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tri Adi

Eren Ozmen cuma bermodalkan nekat saat memutuskan hijrah ke Amerika Serikat untuk kuliah. Walaupun tak fasih berbahas Inggris, buat Eren itu nomor dua. Tekad yang serius menyebabkan ia bisa sukses di negeri orang. Bersama suaminya, ia membeli perusahaan yang saat itu hampir bangkrut. Namun berkat kegigihannya, perusahaannya bisa dipercaya memproduksi pesawat luar angkasa Dream Chaser yang digunakan oleh publik internasional.

 

Eren Ozmen menjadi salah satu pengusaha wanita paling sukses dalam sejarah bisnis Amerika. Padahal imigran asal Turki ini tiba di Amerika Serikat (AS) nyaris tidak bisa berbahasa Inggris. Namun berkat kegigihannya, Eren sekarang mempunyai kekayaan mencapai US$ 1,4 miliar.

 

Namun keberhasilan itu tidak datang sendiri. Pada 1981, Eren datang ke Amerika dari Turki untuk mengejar gelar Magister Bisnis Administrasi (MBA) di Universitas Nevada, AS.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan, ia bahkan bekerja di toko roti setempat sampai menyelesaikan gelar sarjana. Saya belajar berbicara Bahasa Inggris sambil belajar untuk mendapatkan gelar sarjana sambil bekerja berjam-jam untuk membayar sekolah. Itu adalah misi yang mustahil, tapi setiap pagi ketika bangun, aku berkata jangan menyerah dan ini hanya untuk satu hari lagi, terang Eren.

Dengan gelar MBA di tangannya, dan setelah menunjukkan keterampilan keuangan dan teknisnya untuk mengoptimalkan proses akuntan, akhirnya Eren bergabung dengan Sierra Nevada Corporation pada tahun 1988. Saat itu Sierra Nevada Corporation adalah perusahaan teknologi kecil milik sebuah keluarga. Beberapa tahun ketika bekerja di Sierra Nevada Corporation sebagai konsultan keuangan, ia menemukan tanda bahwa perusahaan perlahan-lahan gulung tikar. Eren saat itu baru saja melahirkan anak perempuan.

Dengan kondisi hidup yang tidak pasti, ia bersama suaminya, Fatih memutuskan mengambil risiko besar dan membeli Sierra Nevada Corporation pada tahun 1994.




TERBARU

Close [X]
×