Sumber: Reuters,Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - AMMAN. Yordania tidak akan mengizinkan ibadah umum di masjid-masjid selama bulan suci Ramadan yang akan dimulai minggu depan. Menurut Menteri Urusan Agama Yordania, larangan ini sebagai bagian dari langkah-langkah untuk membendung penyebaran virus corona.
Mengutip Reuters, Menteri Agama Yordania Mohammad Khalaylah mengatakan pelaksanaan salat malam setelah salat Isya yang dikenal sebagai tarawih di masjid, bagian utama dari ibadah keagamaan selama bulan puasa, akan dilarang.
Baca Juga: Kegiatan shalat dan doa di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem ditangguhkan
Seperti di negara-negara Muslim lainnya, pihak berwenang telah menutup masjid dan tempat ibadah umum sebagai bagian dari penguncian yang ketat dan melarang pertemuan untuk membendung penyebaran virus.
Data Reuters menunjukkan, Yordania mencatatkan 391 kasus yang dikonfirmasi dengan tujuh kematian.
Baca Juga: Arab Saudi tutup akses masuk warga 50 negara termasuk Indonesia, ini imbauan KBRI
Sama dengan Indonesia
Imbauan serupa juga sudah dilakukan di Indonesia. Menurut Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Asrorun Niam Sholeh, pandemi Covid-19 bukan halangan untuk beribadah selama Ramadan. Menurut dia, pandemi Covid-19 justru menjadi momen untuk meningkatkan ibadah umat Muslim.
"Ibadah Ramadan harus dijadikan momentum emas untuk mempercepat penanganan wabah Covid dengan etos dan semangat keagamaan. Wabah Covid-19 bukan halangan untuk beribadah," kata Asrorun dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta, Senin (13/4/2020) seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Baca Juga: Jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Yordania dipulangkan
Asrorun mengimbau umat muslim untuk menghindari kerumunan demi mencegah penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menghentikan sementara kegiatan shalat berjamaah dan aktivitas lainnya di rumah ibadah.
Menurut Asrorun, ibadah di rumah bisa tetap dilaksanakan dengan maksimal, mulai dari ibadah shalat tarawih, shalat malam, membaca Al Quran, hingga merekatkan hubungan antar-anggota keluarga.
Baca Juga: Arab Saudi perluas larangan bepergian ke Eropa dan negara lain karena virus corona
"Ibadah tarawih kita bersama-sama dengan keluarga dengan istri dengan anak-anak, yang pada kondisi tertentu kita alpa dan hilang kesempatan itu," kata dia.
Asrorun mengatakan, berdasarkan hadis sahih, sebaik-baik shalat adalah di rumah. Oleh karena itu, kata Asrorun, bulan suci Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 bisa dijadikan salah satu cara untuk menjadikan rumah sebagai pusat kegiatan keagamaan sementara.
"Hikmah Covid-19 menjadikan rumah kita bercahaya dan juga menjadi sentral kegiatan keagamaan," ucap Asrorun seperti yang dilansir Kompas.com.