kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Tambah 1 juta kasus kurang dari seminggu, infeksi virus corona di AS tembus 19 juta


Senin, 28 Desember 2020 / 14:52 WIB
ILUSTRASI. Konfeti beterbangan di udara saat Jeanne Peters, 95 tahun, seorang pasien rehabilitasi di fasilitas perawatan The Reservoir menerima vaksin virus corona (COVID-19) pertama di West Hartford, Connecticut, Amerika Serikat, Jumat (18/12/2020).


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kasus virus corona baru di Amerika Serikat (AS) melampaui 19 juta pada Minggu (27/12). Data Universitas Johns Hopkins menunjukkan, tambahan 1 juta kasus baru kurang dari seminggu.

AS mencatat 165.151 kasus baru virus corona dalam 24 jam terakhir, menurut lembaga yang berbasis di Baltimore tersebut. Sehingga, total infeksi di negeri uak Sam menjadi 19.107.675 kasus.

Mengutip Channel News Asia, tonggak sejarah baru yang suram datang hanya enam hari setelah AS melewati ambang batas 18 juta kasus.

Sementara angka kematian di AS akibat virus corona mencapai 333.069 orang. Jumlah kasus dan korban tewas di AS akibat Covid-19 sejauh ini merupakan yang tertinggi di dunia.

Baca Juga: Ngeri! 1 dari 1.000 penduduk AS meninggal karena corona

Kasus virus corona telah melonjak pada tingkat yang mengkhawatirkan di AS dalam beberapa bulan terakhir. Ekonomi terbesar dunia itu telah menambahkan setidaknya 1 juta kasus baru per minggu sejak awal November.

Dan pada Sabtu (26/12), Universitas Johns Hopkins menghitung, satu dari 1.000 orang Amerika telah meninggal karena Covid-19.

Tapi, lebih dari satu juta orang Amerika telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19, sebuah tonggak sejarah dalam upaya imunisasi terbesar dalam sejarah AS.

Hanya, ilmuwan terkemuka Pemerintah AS Anthony Fauci memperingatkan pada Minggu (27/12), pandemi terburuk mungkin belum datang, mendorong negara itu ke "titik kritis" karena perjalanan liburan menyebarkan virus corona.

Selanjutnya: Kasus Covid-19 di Indonesia tembus 700.000, ini 25 gejala virus corona menurut WHO




TERBARU

[X]
×