kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Tarik Pasukan dari Lysychansk, Zelenskyy: Pasukan Ukraina akan Rebut Kembali


Senin, 04 Juli 2022 / 13:15 WIB
ILUSTRASI. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bersama dengan tentara Ukraina, saat serangan Rusia ke Ukraina berlanjut, di luar Kota Mykolaiv, Ukraina 18 Juni 2022. Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - KYIV. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengakui, pasukannya telah ditarik dari Kota Lysychansk, benteng terakhir Ukraina di Provinsi Luhansk.

Namun, dia berjanji pada Minggu (3/7) malam, untuk merebut kembali kendali atas wilayah yang hilang dengan bantuan senjata jarak jauh dari negara-negara Barat.

Rusia menyatakan, pasukannya merebut Lysychansk kurang dari seminggu setelah merebut Severdonetsk, memberinya kendali penuh atas Luhansk,  kemenangan politik yang memenuhi tujuan utama perang mereka. 

Fokus medan perang sekarang bergeser ke Provinsi Donetsk, yang bersama dengan Luhansk membentuk apa yang dikenal sebagai wilayah Donbas.

Baca Juga: Australia Janji Kirimkan Kendaraan Lapis Baja dan Drone ke Ukraina

"Jika komandan tentara kami menarik orang dari titik-titik tertentu di depan, di mana musuh memiliki keunggulan daya tembak terbesar, dan ini juga berlaku untuk Lysychansk, itu hanya berarti satu hal," kata Zelenskyy.

"Bahwa kami akan kembali berkat taktik kami, berkat peningkatan pasokan senjata modern," ujarnya dalam pidato video malamnya, seperti dikutip Al Jazeera.

Itu termasuk senjata jarak jauh seperti peluncur roket HIMARS yang Amerika Serikat pasok, dia menambahkan.

Baca Juga: Rusia Akhirnya Mengaku Kehabisan Senjata di Perang Ukraina untuk Pertama Kalinya

"Fakta bahwa kami melindungi nyawa tentara kami, rakyat kami, memainkan peran yang sama pentingnya. Kami akan membangun kembali tembok, kami akan memenangkan kembali tanah, dan orang-orang harus dilindungi di atas segalanya," tegas Zelenskyy.

Sejak meninggalkan serangan di ibu kota Ukraina, Kyiv, Rusia telah memusatkan operasi militernya di jantung industri Donbas, di mana proksi separatis yang didukung Moskow telah memerangi tentara Ukraina sejak 2014.

Rusia mengatakan, sedang merebut wilayah Luhansk untuk memberikannya kepada Republik Rakyat Luhansk yang didukung Moskow, yang kemerdekaannya diakui sebelum menyerang Ukraina pada 24 Februari lalu.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×