kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Tegang dengan Turki, Yunani berencana beli senjata termasuk pesawat tempur


Selasa, 01 September 2020 / 17:26 WIB
ILUSTRASI. Polisi Yunani di perbatasan Pazarkule Turki dengan Kastanies Yunani, di Edirne, Turki, 29 Februari 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Yunani telah berselisih dengan tetangganya Turki atas berbagai masalah, termasuk klaim yang tumpang tindih untuk sumber daya hidrokarbon di wilayah Mediterania Timur. Ini berdasarkan klaim yang saling bertentangan atas luasnya landas kontinen mereka.

Ketegangan meningkat bulan lalu setelah Ankara mengirim kapal survei seismik Oruc Reis di daerah yang disengketakan di Mediterania Timur, menyusul pakta antara Athena dan Kairo yang meratifikasi perbatasan laut.

Prancis dan Jerman telah mencoba menengahi untuk meredakan ketegangan. Sementara Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengadakan dua panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu.

Baca Juga: Turki gelar latihan militer, Erdogan: Kami bertekad lakukan apa pun yang dibutuhkan

Pada Senin (31/8) malam, Turki memperpanjang pekerjaan kapal Oruc Reis hingga 12 September. Keputusan Turki itu datang setelah Uni Eropa menyerukan dialog.

Kementerian Luar Negeri Yunani menyebut pekerjaan tersebut ilegal dan mendesak Turki "untuk berhenti dari kata-kata kasar hariannya serta bekerja untuk keamanan dan stabilitas di kawasan itu".




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×