kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.943   -99,00   -0,55%
  • IDX 6.361   40,94   0,65%
  • KOMPAS100 838   6,01   0,72%
  • LQ45 637   1,36   0,21%
  • ISSI 220   2,08   0,96%
  • IDX30 358   0,55   0,15%
  • IDXHIDIV20 437   -1,63   -0,37%
  • IDX80 96   0,54   0,57%
  • IDXV30 120   0,01   0,01%
  • IDXQ30 114   0,15   0,13%

Tekanan Trump, Inggris rela mengayunkan kapak perang dengan China, ini indikasinya


Senin, 20 Juli 2020 / 07:10 WIB


Sumber: The Guardian,Bloomberg | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - LONDON.  Pemerintah Inggris meminta Jepang membantu membangun jaringan nirkabel generasi kelima alias 5G. Langkah tersebut setelah Inggris mendepak Huawei Technologies dari jaringan 5G di negeri tersebut. 

Muncul dugaan, Inggris rela mengayunkan kapak perang dengan Huawei lantaran ada tekanan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Kontan.co.id, 27 Mei 2020). Kini indikasi tersebut semakin menguat.

Mengutip Bloomberg, Ahad (19/7) berdasarkan laporan The Observer tanpa menyebut sumber informasinya, Pemerintah Inggris mengatakan kepada Huawei Technologies Co, keputusan melarang peralatan perusahaan dari jaringan 5G di Inggris sebagian berasal dari tekanan oleh AS. 

The Guardian juga mengutip The Observer, pemblokiran itu dilakukan antara lain karena alasan geopolitik. Terutama terkait tekanan kuat dari Presiden AS Donald Trump agar memblokir penggunaan perangkat buatan Huawei.

Pemerintah Inggris dikabarkan mengaku, keputusan itu bisa saja ditinjau kembali di masa yang akan datang. Terutama jika Trump tak lagi menjabat sebagai presiden AS, atau sentimen anti China oleh Washington sudah mereda.

Pemerintah Inggris sendiri sebelumnya menepis pernyataan Trump




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×