kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Ini indikasi Inggris mengayunkan kapak perang dengan China demi Donald Trump


Minggu, 19 Juli 2020 / 21:56 WIB
Ini indikasi Inggris mengayunkan kapak perang dengan China demi Donald Trump
ILUSTRASI. The U.S. flag and a smartphone with the Huawei and 5G network logo are seen on a PC motherboard in this illustration taken January 29, 2020. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: The Guardian,Bloomberg | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - LONDON. Setelah mendepak Huawei Technologies, Pemerintah Inggris meminta Jepang membantu membangun jaringan nirkabel 5G. Muncul dugaan, Inggris rela mengayunkan kapak perang dengan China lantaran tekanan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Kontan.co.id, 27 Mei 2020). 

Indikasi tersebut semakin menguat. Mengutip Bloomberg, Ahad (19/7) berdasarkan laporan The Observer tanpa menyebut sumber informasinya, Pemerintah Inggris mengatakan kepada Huawei Technologies Co, keputusan melarang peralatan perusahaan dari jaringan 5G di Inggris sebagian berasal dari tekanan oleh AS. 

The Guardian juga mengutip The Observer, pemblokiran itu dilakukan antara lain karena alasan geopolitik. Terutama terkait tekanan kuat dari Presiden AS Donald Trump agar memblokir penggunaan perangkat buatan Huawei.

Pemerintah Inggris dikabarkan mengaku, keputusan itu bisa saja ditinjau kembali di masa yang akan datang. Terutama jika Trump tak lagi menjabat sebagai presiden AS, atau sentimen anti China oleh Washington sudah mereda.

Pemerintah Inggris sendiri sebelumnya menepis pernyataan Trump




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×