kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tepco buang air radioaktif ke laut, industri perikanan di Jepang protes


Selasa, 05 April 2011 / 16:05 WIB
ILUSTRASI. Layar informasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

TOKYO. Kelompoj industri perikanan di Jepang wilayah utara memprotes keputusan Tokyo ElectricPower Co. (Tepco) untuk membuang air radioaktif dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukusihima Daiichi ke laut. Sebab, para pelaku industri perikanan mengkhawatirkan, hal itu akan merusak ekosistem ikan selamanya dan akan berdampak pada industri perikanan Jepang untuk jangka panjang.

Sejak kemarin, Tepco telah membuat air radioaktif di lepas pantai dekat pabrik Daiichi. Tepco juga berencana akan membuat 11.500 ton air atu sekitar 3 juta galon air. Pemerintah telah menyetujui langkah Tepco untuk menguras turbib airu sehingga radioaktif bisa dibakar.

Penjualan ikan di Jepang setelah gempa pada 11 Maret 2011 terus menurun. Semenjak bahan radioaktif telah bocor ke udara dan laut, pemerintah terpaksa melarang ekspor susu dan ikan dari Fukushima.

"Kami kehilangan mata pencaharian dan telah menderita akibat kerusakan laut akibat krisis nuklir di Tepco," ujar Tetsu Nozaki Pimpinan Asosiasi Industri Perikanan di Jepang.


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×