kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Terbanyak kedua di dunia, korban tewas di Spanyol akibat corona melampaui China


Rabu, 25 Maret 2020 / 19:14 WIB
ILUSTRASI. Penyemprotan cairan disenfektan di Madrid, Spanyol


Sumber: CNN,Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

Sebagian dari total 47 juta penduduk Spanyol telah dikunci sejak 14 Maret 2020, untuk membendung wabah virus corona.

Orang-orang hanya boleh meninggalkan rumah untuk bekerja, ke apotek, atau rumahsakit.

Baca Juga: Di Korea, penderita darah tinggi dan diabetes yang terinfeksi corona paling berisiko

Pemerintah Spanyol telah mengambil langkah-langkah luas, termasuk menggunakan pesawat tak berawak untuk mengirim pesan ke publik, memberitahu orang-orang untuk pulang. Tapi, sejauh ini belum menutup perbatasannya.

Spanyol menyatakan, keadaan darurat virus corona baru yang telah menutup sebagian besar negara harus diperpanjang, 15 hari tidak cukup. Negeri ini juga mempertimbangkan untuk menutup perbatasan.

Baca Juga: Mengapa tingkat kematian akibat corona di Italia paling tinggi?




TERBARU

[X]
×