kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Mengapa tingkat kematian akibat corona di Italia paling tinggi?


Rabu, 25 Maret 2020 / 08:22 WIB
Mengapa tingkat kematian akibat corona di Italia paling tinggi?
ILUSTRASI. Peti jenazah pasien positif corona di Alessandria Italia

Sumber: Al Jazeera | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - ROMA. Jumlah korban meninggal akibat virus corona di Italia makin bertambah besar. Selasa (26/3), Italia kembali mencatatkan kematian tinggi akibat corona dalam sehari yakni mencapai 743 orang.

Total hingga saat ini, sudah 6.820 orang meninggal di Italia karena virus corona.

Baca Juga: Kasus corona di Italia diramal sepuluh kali lebih buruk dari yang dilaporkan

Selama berminggu-minggu, briefing harian oleh lembaga perlindungan sipil Italia telah memberikan pembaruan suram tentang jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19, penyakit pernapasan yang sangat menular yang disebabkan virus corona, sehingga memperdalam rasa suram di negara yang telah menjadi pusat pandemi paling mematikan di dunia itu.

Mengapa tingkat kematian akibat corona di Italia sangat tinggi? Berikut ulasan yang disarikan dari Al Jazeera:

Meskipun serangkaian langkah keras secara bertahap diluncurkan Italia untuk menghentikan penyebaran virus corona, termasuk penguncian (lockdown) nasional dan penutupan semua bisnis yang tidak penting, Italia tidak dapat "meratakan kurva" atau memperlambat penyebaran penyakit menular ini.

Tingkat kematian di Italia akibat virus corona tertinggi di dunia yakni lebih dari 9%.

Sebaliknya, di China, di mana wabah itu berasal, angka kematian sekitar 3,8%. Di Jerman, yang telah melaporkan lebih dari 24.000 kasus dan 94 kematian, angka kematian ini sebesar 0,3%.

Tetapi mungkin ada beberapa alasan mengapa tingkat kematian di Italia akibat corona begitu mengkhawatirkan.

"Jumlah yang kami miliki tidak mewakili seluruh populasi yang terinfeksi," kata Massimo Galli, kepala unit penyakit menular di Rumah Sakit Sacco di Milan, kota utama di wilayah yang paling parah dilanda Lombardy di mana 68% dari total kematian nasional telah dilaporkan.

Baca Juga: Pakar: Skenario terburuk India, 2 dari 10 warga terfeksi virus corona



TERBARU

[X]
×