kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45759,60   -5,01   -0.66%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Terbanyak kedua di dunia, korban tewas di Spanyol akibat corona melampaui China


Rabu, 25 Maret 2020 / 19:14 WIB
Terbanyak kedua di dunia, korban tewas di Spanyol akibat corona melampaui China
ILUSTRASI. Penyemprotan cairan disenfektan di Madrid, Spanyol

Sumber: CNN,Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - MADRID. Wabah virus corona makin menggila di Spanyol. Negeri Matador itu telah mencatat 3.434 kasus kematian akibat virus korona, menjadikannya negara dengan jumlah kematian tertinggi kedua di dunia setelah Italia.

Kasus kematian akibat corona di China sudah melampaui China yang menjadi sumber awal penyebaran virus corona.

Baca Juga: PM China: Tak boleh ada kasus baru corona yang disembunyikan

CNN melaporkan, jumlah korban meninggal di Spanyol karena virus corona meningkat 17% dari hari sebelumnya. Adapun kasus positif virus corona di Spanyol mencapai 47.610 kasus.

Di China, di mana wabah dimulai, sejauh ini tercatat 3.281 orang telah meninggal, menurut data Komisi Kesehatan Nasional China.

Sementara Italia memiliki angka kematian tertinggi di dunia yakni mencapai 6.820 orang , menurut angka dari Universitas Johns Hopkins.

Seorang pejabat tinggi kesehatan Spanyol, Fernando Simon, Rabu (25/3), memperkirakan, jumlah kasus positif corona akan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang. Pada awal pekan ini, ia memperkirakan kasus infeksi corona akan segera memuncak.

Baca Juga: Peneliti China sebut ada potensi puluhan ribu kasus corona tak terdeteksi di Wuhan

Sebagian dari total 47 juta penduduk Spanyol telah dikunci sejak 14 Maret 2020, untuk membendung wabah virus corona.

Orang-orang hanya boleh meninggalkan rumah untuk bekerja, ke apotek, atau rumahsakit.

Baca Juga: Di Korea, penderita darah tinggi dan diabetes yang terinfeksi corona paling berisiko

Pemerintah Spanyol telah mengambil langkah-langkah luas, termasuk menggunakan pesawat tak berawak untuk mengirim pesan ke publik, memberitahu orang-orang untuk pulang. Tapi, sejauh ini belum menutup perbatasannya.

Spanyol menyatakan, keadaan darurat virus corona baru yang telah menutup sebagian besar negara harus diperpanjang, 15 hari tidak cukup. Negeri ini juga mempertimbangkan untuk menutup perbatasan.

Baca Juga: Mengapa tingkat kematian akibat corona di Italia paling tinggi?



TERBARU

[X]
×