kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Terjangkit virus ganas, ekonomi China akan catat penurunan buruk pertama sejak 1992


Jumat, 17 April 2020 / 06:27 WIB
ILUSTRASI. Seorang warga melintas dengan mengenakan masker di depan kantor Bank Sentral China. REUTERS/Jason Lee


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pandemi telah menginfeksi lebih dari 2 juta orang secara global dan membunuh lebih dari 130.000. China, tempat virus pertama kali muncul, telah melaporkan lebih dari 3.000 kematian meskipun infeksi baru telah turun secara signifikan dari puncaknya.

Ketika China bergerak untuk mengurangi pembatasan perjalanan dan membuka kembali manufaktur, penguncian serupa yang sekarang berlaku di negara-negara besar lainnya yang terkena virus telah secara signifikan menggelapkan prospek permintaan global.

Baca Juga: Riset: Pendingin ruangan restoran di China tularkan virus corona ke tiga keluarga

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pada hari Selasa, ekonomi dunia diperkirakan akan menyusut 3,0% selama tahun 2020 dalam apa yang akan menandai penurunan paling curam sejak Depresi Besar tahun 1930-an.

IMF memprediksi, ekonomi China tumbuh hanya 1,2% pada 2020, sebelum rebound 9,2% pada 2021.

Pertarungan berat

Beijing berjibaku untuk menangkis hilangnya lapangan pekerjaan massal yang dapat mengancam stabilitas sosial, sambil juga menjaga agar utang dan risiko keuangan tetap terkendali.

Baca Juga: Pemulihan ekonomi China akan jaga stabilitas perdagangan Indonesia pada jangka pendek

Ketidakpastian global telah mempersulit para pemimpin China untuk menetapkan target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2020 mengingat tujuan awal sekitar 6% sekarang terlihat jauh dari jangkauan, kata seorang pejabat pemerintah.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×