kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.815
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Terjerat korupsi, Menteri Ekonomi Rusia dibekuk

Rabu, 16 November 2016 / 08:26 WIB

Terjerat korupsi, Menteri Ekonomi Rusia dibekuk



Berita Terkait

MOSKOW. Rusia tak pandang bulu memberantas korupsi. Tengok saja, otoritas Rusia resmi menahan pejabat tinggi di lingkaran dekat Presiden Rusia Vladimir Putin. Aparat Rusia resmi membekuk Menteri Ekonomi Rusia Alexei Ulyukayev pada Selasa (15/11).

Ulyukayev ditahan dengan tuduhan menerima suap senilai US$ 2 juta untuk memuluskan rencana Rosneft untuk membeli 50% saham Bashneft pada Oktober 2016 lalu. Badan anti korupsi Rusia yakni Investigative Committee (SK) menyatakan, penangkapan didasari temuan awal bahwa Ulyukayev memberikan rekomendasi bagi Rosneft untuk mengakuisisi saham Bashneft.


Ulyukayev juga dituduh sengaja meminta uang sebesar US$ 2 juta dari Rosneft sebagai imbalan atas rekomendasi yang diberikan pemerintah. "Penahanan ini dilakukan setelah aparat melakukan pengintaian dan penyadapan telepon selama berbulan-bulan," ujar Jurubicara SK Svetlana Petrenko seperti dilansir BBC, kemarin.

Tapi, Petrenko menegaskan, transaksi jual-beli saham antara Rosneft dan Bashneft sesuai dengan hukum yang berlaku. Dus, transaksi akuisisi itu tidak termasuk objek penyelidikan.

Butuh duit

Asal tahu saja, penahanan Ulyukayev menandai aksi aparat hukum perdana yang berani meringkus pejabat tinggi pemerintahan Putin. "Kasus ini bisa menyeret pejabat tinggi lain," ujar Kirill Kabanov, Kepala National Anti-Corruption Committee, lembaga riset anti korupsi di Rusia, seperti dikutip Bloomberg.

Ulyukayev masuk di jajaran elite pemerintahan sejak 1991 silam atau sejak Rusia masih berbendera Uni Soviet. Ulyukayev masuk pemerintahan Putin sejak Juni 2013 sebagai Wakil Gubernur Bank Sentral Rusia.

Informasi saja, penjualan 50% saham Bashneft ke tangan Rosneft untuk menutup defisit anggaran Rusia yang terus melebar. Lantaran membutuhkan dana segar untuk mengurangi defisit, Putin menjual sejumlah aset negara, termasuk Bashneft.

Catatan saja, Rosneft dan Bashneft merupakan produsen minyak yang sahamnya dimiliki Pemerintah Rusia. Rosneft membeli 50% saham Bashneft senilai 330 miliar rubel atau US$ 5 miliar. Putin sempat berencana menjual 40% saham Rosneft ke tangan China National Chemical Corporation.


Reporter: Dessy Rosalina
Editor: Yudho Winarto

RUSIA

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0023 || diagnostic_api_kanan = 0.0496 || diagnostic_web = 0.3120

Close [X]
×