kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Terlalu dini bicara pandemi, WHO: Wabah virus corona baru tidak di luar kendali


Selasa, 25 Februari 2020 / 00:04 WIB
ILUSTRASI. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, menghadiri konferensi pers tentang virus corona baru Covid-19 di Jenewa, Swiss, 24 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, wabah virus corona baru tidak di luar kendali secara global atau menyebabkan kematian skala besar. Jadi, "terlalu dini" untuk berbicara tentang pandemi.

"Menggunakan kata pandemi tidak sesuai dengan fakta," tegas Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, dalam konferensi pers di Jenewa, Senin (24/2), seperti dikutip Reuters. "Kita harus fokus pada pencegahan sambil mempersiapkan potensi pandemi."

Soal Iran, Mike Ryan, Kepala Program Kedaruratan WHO, mengatakan, tingkat kematian yang tinggi mungkin mencerminkan deteksi hanya pada kasus yang parah dan bukan infeksi ringan di awal wabah. Tim WHO akan tiba di Iran pada Selasa (25/2).

Baca Juga: Virus corona merebak di Timur Tengah, sudah enam negara terjangkit

Sebelumnya, juru bicara WHO Tarik Jasarevic menegaskan, lembaganya tidak bakal menyatakan wabah virus corona baru sebagai pandemi, tapi tetap keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Badan yang bermarkas di Jenewa, Swiss, itu menetapkan Covid-19 yang muncul pertama kali di Wuhan, China sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional alias PHEIC pada 30 Januari lalu.




TERBARU

[X]
×