kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   0,00   -0.00%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Tesla berencana menerima kembali kripto untuk pembayaran mobil listrik


Rabu, 27 Oktober 2021 / 23:15 WIB
Tesla berencana menerima kembali kripto untuk pembayaran mobil listrik

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Tesla Inc. berencana kembali menerima mata uang kripto sebagai alat pembayaran untuk pembelian mobil listrik mereka.

Rencana itu Tesla ungkapkan dalam laporan keuangan kuartal III 2021 yang mereka serahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Senin (25/10).

"Kami mungkin di masa depan memulai kembali praktik bertransaksi dalam mata uang kripto (aset digital) untuk produk dan layanan kami," kata Tesla dalam laporan keuangan kuartal III 2021, seperti dikutip Bitcoin.com. 

Tesla mengungkapkan, sempat “menerima Bitcoin sebagai pembayaran untuk penjualan produk tertentu kami di wilayah tertentu dan tunduk pada undang-undang yang berlaku”. 

Namun, "Menangguhkan praktik ini pada Mei 2021," ungkap Tesla.

Baca Juga: Tidak punya Shiba Inu, Elok Musk hanya memiliki aset kripto ini

Tesla menangguhkan pembelian kendaraan menggunakan Bitcoin karena kekhawatiran tentang peningkatan pesat penggunaan bahan bakar fosil untuk penambangan dan transaksi aset kripto itu, terutama batubara, yang menyebabkan emisi terburuk dari bahan bakar apa pun.

CEO Tesla Elon Musk kemudian mencoba meyakinkan penambang Bitcoin untuk menggunakan energi terbarukan. 

Pada Mei lalu, dia berbicara dengan penambang Bitcoin di Amerika Utara, setelah itu mereka membentuk Dewan Penambangan Bitcoin untuk “mempromosikan transparansi penggunaan energi dan mempercepat inisiatif keberlanjutan di seluruh dunia”.

Di Juni, Musk men-tweet: “Ketika ada konfirmasi penggunaan energi bersih yang wajar (~50%) oleh para penambang dengan tren masa depan yang positif, Tesla akan kembali mengizinkan transaksi Bitcoin”.

Lalu, saat acara B Word pada Juli, Musk menyebutkan, “sepertinya Bitcoin lebih banyak beralih ke energi terbarukan dan banyak pembangkit listrik tenaga batubara telah ditutup, terutama di China”. 

“Saya ingin melakukan sedikit uji tuntas untuk mengonfirmasikan bahwa persentase penggunaan energi terbarukan kemungkinan besar mencapai atau di atas 50% dan ada kecenderungan peningkatan jumlah itu. Jika demikian, Tesla kemungkinan besar akan kembali menerima Bitcoin,” imbuhnya.

Selanjutnya: Ini alasan sebenarnya Elon Musk mendukung Dogecoin




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×