kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Thailand Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Kisaran 2%-2,5%, Ini Alasannya


Senin, 17 Agustus 2026 / 16:28 WIB
Thailand Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Kisaran 2%-2,5%, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Thailand menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2026 menjadi 2%-2,5% setelah PDB kuartal II-2026 capai 1,9% (REUTERS/Athit Perawongmetha )


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Ekonomi Thailand melambat pada kuartal II-2026 namun tetap melampaui perkiraan dengan investasi swasta yang lebih kuat mengimbangi pelemahan konsumsi dan penurunan investasi publik. Di saat yang sama, pemerintah pun menaikkan prospek pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini.

Senin (17/8/2026), Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Thailand di kuartal II-2026 capai 1,9% secara tahunan (YoY). Realisasi tersebut lebih tinggi dari proyeksi analis dalam jajak pendapat Reuters yang hanya tumbuh 1,6%

Ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara ini didukung oleh peningkatan investasi swasta, belanja pemerintah, dan ekspor.

"Ekonomi diperkirakan tumbuh lebih kuat pada kuartal ketiga dibandingkan kuartal kedua, yang terdampak cukup parah oleh konflik di Timur Tengah," ujar Kepala Dewan pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional Danucha Pichayanan, dalam sebuah taklimat seperti dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Ekonomi China Kehilangan Momentum, Stimulus Kembali Jadi Sorotan

Dengan realisasi tersebut, pemerintah Thailand memprediksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2026 ada di kisaran 2,0% hingga 2,5%. Proyeksi tersebut lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,5% hingga 2,5%.

Secara kuartalan dengan penyesuaian musiman, ekonomi Thailand terkontraksi 0,2% pada periode April-Juni 2026; angka kontraksi ini lebih kecil dibandingkan perkiraan jajak pendapat sebesar 0,6%.

Pada periode Januari-Maret 2026, pertumbuhan ekonomi Thailand tercatat sebesar 2,8% secara tahunan dan 0,6% secara kuartalan (angka revisi).

Dengan itu, ekonomi Thailand tumbuh 2,4% di semester I-2026 secara tahunan.

Meskipun angka PDB kuartal kedua "masih belum mencapai tingkat yang memuaskan bagi kami, hal ini mengonfirmasi bahwa proyeksi serta langkah-langkah yang telah kami terapkan untuk mendukung perekonomian sudah berada di jalur yang tepat," ujar Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas dalam sebuah unggahan Facebook pada hari Senin.

Nilai tukar baht menguat setelah data PDB dirilis, sementara indeks acuan pasar saham naik 1%.

"Dengan melambatnya momentum inflasi dan pertumbuhan di bawah 2% secara tahunan, kebijakan moneter kemungkinan besar akan tetap dipertahankan seperti saat ini, dengan suku bunga kebijakan tetap di level 1% selama 12 bulan ke depan," kata Kobsidthi Silpachai, Kepala Riset Pasar Modal di Kasikornbank.

Baca Juga: Trump Perintahkan Pengurangan Latihan Militer AS-Korea Selatan

Pada bulan Juni, bank sentral Thailand mempertahankan suku bunga acuan di level 1,00%. Tinjauan kebijakan moneter berikutnya dijadwalkan pada 26 Agustus, dan Gubernur Bank of Thailand, Vitai Ratanakorn, menyatakan bahwa tidak ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga untuk saat ini.

Perekonomian Thailand tumbuh 2,4% di tahun lalu dan tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan sejak pandemi COVID-19, di mana tingginya utang rumah tangga terus menghambat konsumsi.

Lembaga tersebut memproyeksikan bahwa ekspor, yang merupakan penggerak utama ekonomi, akan meningkat sebesar 15,1% tahun ini; angka ini lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya yang memprediksi kenaikan sebesar 9,6%.

Sektor pariwisata, yang menjadi sumber pertumbuhan utama lainnya, diperkirakan akan mencatat kedatangan 32 juta wisatawan mancanegara tahun ini—angka yang tidak berubah dari perkiraan sebelumnya, menurut lembaga tersebut.

Thailand pernah mencatat rekor hampir 40 juta pengunjung asing pada tahun 2019, sebelum pandemi terjadi.

Baca Juga: Produksi Baja China Juli Turun ke Level Terendah Tahun Ini

Tingkat pengangguran tercatat sebesar 0,96% pada kuartal kedua, dibandingkan dengan angka revisi 0,94% pada kuartal sebelumnya, ungkap lembaga tersebut.

Pada kuartal April-Juni, perekonomian terbebani oleh lemahnya konsumsi akibat tingginya utang rumah tangga dan biaya hidup.

Pemerintah meluncurkan skema subsidi konsumen senilai 176 miliar baht (US$5,33 miliar) pada bulan Juni, sebagai bagian dari rencana pinjaman yang lebih luas sebesar 400 miliar baht untuk mengatasi dampak kenaikan harga minyak dan meringankan beban biaya hidup.

Bulan lalu, Kementerian Keuangan menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 menjadi 2,5% dari sebelumnya 1,6%, dengan alasan peningkatan ekspor dan permintaan domestik serta langkah-langkah dukungan pemerintah.

Tingkat inflasi utama melambat menjadi 1,95% pada bulan Juli, masih berada dalam kisaran target bank sentral sebesar 1% hingga 3%.

Badan perencanaan memperkirakan, inflasi utama akan berada di kisaran 1,5% hingga 2,0% pada tahun ini.


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×