kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Thailand promosikan penggunaan ganja untuk menggenjot medical tourism


Sabtu, 20 Juli 2019 / 09:59 WIB
Thailand promosikan penggunaan ganja untuk menggenjot medical tourism

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand yang baru terpilih, Pipat Ratchakitprakan, mengatakan dirinya berencana untuk mempromosikan penggunaan mariyuana alias ganja untuk medical tourism (wisata medis). Selain itu, dirinya berencana untuk melegalkan aplikasi dan situs berbagi perjalanan dan akomodasi (ride-hailing and accommodation-sharing).

Mengawali hari pertamanya di kantor, Pipat yang juga seorang tokoh utama Partai Bhumjaithai mengatakan ingin memasukkan mariyuana dalam paket pariwisata medis, terutama pengobatan dan pijat tradisional Thailand.


“Kami ingin menyediakan paket wisata medis, seperti detoksifikasi, pijat ala Thailand, dan kursus kesehatan lainnya yang menggunakan kandungan zat mariyuana,” kata dia seperti dikutip dari Bangkok Post, Jumat (19/7).

Paket pariwisata mariyuana ini bertujuan untuk menarik wisatawan dari Eropa dan Amerika Serikat (AS) yang memiliki persepsi positif tentang pengobatan mariyuana.

Penggunaan mariyuana dan legalisasi aplikasi sharing akomodasi merupakan janji kampanye Partai Bhumjaithai. Saat ini pasar ride-hailing and home-sharing di Thailand didominasi oleh Grab dan Airbnb. Pipat mengatakan, partai itu akan mendesak pemerintah untuk mengakui accommodation-sharing sebagai bisnis yang sah di Thailand.

Yuthasak Supasorn, Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand, mengatakan bahwa lembaganya siap untuk melaksanakan promosi ‘pariwisata mariyuana’ untuk membangun pariwisata yang berkualitas.

Sebelumnya pada 25 Desember 2018 silam, Thailand resmi melegalkan penggunaan mariyuana dan kratom untuk tujuan pengobatan. “Ini adalah hadiah Tahun Baru dari Majelis Legislatif Nasional kepada pemerintah dan rakyat Thailand," ujar ketua Komite Perancang Undang-undang, Somchai Sawangkarn, dalam sesi parlemen seperti dilansir dari Reuters.

Dikutip dari The Diplomat, para ahli memperkirakan industri ini terus berkembang dan bisa bernilai hingga US$ 146 miliar pada tahun 2025. Legalisasi mariyuana (cannabis) di Kanada dan California menunjukkan komodifikasi lebih lanjut dari tanaman yang pernah dilarang ini sangat meyakinkan dan menguntungkan.

Thailand mengatakan negara itu siap untuk menembus pasar mariyuana global dan bersiap menjadi pesaing serius bagi perusahaan-perusahaan Kanada dan Amerika.



TERBARU

[X]
×