kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   0,00   -0.00%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Thailand tak akan lagi pakai vaksin Covid-19 Sinovac, apa alasannya?


Selasa, 19 Oktober 2021 / 06:59 WIB
Thailand tak akan lagi pakai vaksin Covid-19 Sinovac, apa alasannya?
ILUSTRASI. Pemerintah Thailand akan menghentikan penggunaan vaksin COVID-19 dari Sinovac China ketika persediaannya saat ini habis. REUTERS/Athit Perawongmetha

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Pemerintah Thailand akan menghentikan penggunaan vaksin COVID-19 dari Sinovac China ketika persediaannya saat ini habis. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat senior pada Senin (18/10/2021). 

Melansir Reuters, Thailand menggunakan lebih dari 31,5 juta dosis Sinovac sejak Februari. Penggunaan vaksin ini dimulai dengan dua dosis untuk pekerja garis depan, kelompok berisiko tinggi dan penduduk Phuket, sebuah pulau liburan yang dibuka kembali untuk turis pada awal skema percontohan.

Pada bulan Juli, Thailand mulai menginokulasi warganya dengan Sinovac sebagai dosis pertama diikuti oleh AstraZeneca yang dikembangkan Universitas Oxford. 

Thailand adalah negara pertama yang menggabungkan suntikan vaksin China dengan vaksin buatan Barat, sebuah strategi yang menurut pejabat kesehatannya terbukti efektif.

"Kami berharap telah mendistribusikan semua dosis Sinovac minggu ini," kata pejabat kesehatan Opas Karnkawinpong.

Baca Juga: Studi Malaysia: Vaksin Covid-19 Sinovac sangat efektif melawan penyakit serius

Dia menambahkan program akan beralih untuk menggabungkan vaksin AstraZeneca dengan yang dibuat oleh Pfizer dan BioNTech.

Tahun depan, Thailand berencana membeli total 120 juta dosis vaksin COVID-19 dan telah memesan 60 juta dosis AstraZeneca, vaksin yang diproduksi secara lokal.

Thailand mengatakan hanya akan menyuntikkan vaksin yang efektif melawan varian baru.

Sejauh ini, Negeri Gajah Putih itu telah memvaksinasi 36% dari perkiraan 72 juta orang yang tinggal di Thailand dan menargetkan bisa mencapai 70% pada akhir tahun.

Baca Juga: Ini alasan Korea Utara tolak 3 juta vaksin Covid-19 Sinovac

Negara ini terus maju dengan rencana pembukaan kembali wilayah dengan ketentuan bebas karantina bulan depan dari 17 provinsi untuk kedatangan mereka yang sudah divaksinasi dari negara-negara berisiko rendah. Beberapa wilayah yang dimaksud antara lain Pattaya, Hua Hin, Chiang Mai dan Bangkok.

Data Reuters menunjukkan, Thailand telah mencatat hampir 1,8 juta kasus dan 18.336 kematian secara keseluruhan.

 

Selanjutnya: Ini daftar 45 negara yang menerima turis bervaksin Sinovac

 




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×