kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Tidak ada nego lagi, AS dan China teken kesepakatan dagang awal Januari 2020


Jumat, 20 Desember 2019 / 05:58 WIB
ILUSTRASI. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

"Baik tim perdagangan China maupun AS melakukan komunikasi yang intens," kata Gao Feng, juru bicara Kementerian Perdagangan China, kepada wartawan, Kamis (19/12), yang menambahkan, tidak ada informasi spesifik tentang kesepakatan dagang untuk saat ini.

AS mengklaim, China setuju untuk meningkatkan pembelian produk dan layanan AS setidaknya US$ 200 miliar selama dua tahun ke depan. Tapi, Beijing sejauh ini belum mengkonfirmasi banyak versi Washington tersebut.

Yang terang, kemarin China meluncurkan daftar baru pembebasan tarif untuk impor barang dari AS, beberapa hari setelah dua negara ekonomi terbesar dunia itu mengumumkan kesepakatan perdagangan fase satu.

Baca Juga: Fitch: Masih ada hambatan besar bagi resolusi penuh perang dagang AS-China

Pembebasan tarif yang akan berlaku efektif 26 Desember nanti membidik enam jenis barang, sebagian besar adalah produk kimia. Misalnya, white oil, high-density polyethylene, linear low-density polyethylene, polypropylene, dan food-grade petroleum wax.

Kementerian Keuangan China, Kamis (19/12), menyatakan, pembebasan tarif itu berlaku selama satu tahun dan berakhir pada 25 Desember 2020 mendatang, tanpa  menyebutkan nilai barang impor AS yang dikecualikan dari bea masuk itu.

Sebelumnya, China menghapuskan tarif impor untuk pengiriman kedelai dan babi dari AS pada 6 Desember lalu, sebelum kedua belah pihak mencapai kesepakatan perdagangan fase satu yang membatalkan tarif yang rencananya mulai berlaku pada 15 Desember.




TERBARU

[X]
×