kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45786,44   -4,02   -0.51%
  • EMAS1.008.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Tiga serangkai jet tempur B-1, B-2, dan B-52 milik AS terbang melintasi Eropa


Selasa, 22 September 2020 / 11:32 WIB
Tiga serangkai jet tempur B-1, B-2, dan B-52 milik AS terbang melintasi Eropa
ILUSTRASI. B-1 Lancers, B-2 Spirits & B-52 Stratofortresses


Sumber: U.S. European Command (EU | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON D.C. Komando Eropa AS pada hari Senin (21/9) melaporkan bahwa tiga jenis jet tempur mereka, yakni bomber B-1, B-2, dan B-52, telah terbang melintasi langit Eropa dalam lanjutan misi latihan bersama NATO.

Ketiga jet tempur tersebut, B-1 Lancers, B-2 Spirits, dan B-52 Stratofortresses, terbang besama dengan jet tempur lain milik beberapa negara anggota NATO.

Situs resmi U.S. European Command (EUCOM) melaporkan, ketiga bomber AS lepas landas dari pangkalan Eropa dan AS. Mereka terbang berdampingan dengan armada udara Kanada, Norwegia, dan Inggris.

Dalam rilis persnya, EUCOM mengungkapkan bahwa misi bersama NATO ini merupakan bagian dari komitmen AS kepada sekutunya.

Baca Juga: Ramaikan Laut Hitam, Angkatan Laut AS kirim satu unit kapal serbu amfibi

B-1 Lancers, B-2 Spirits & B-52 Stratofortresses

Misi ini bertujuan untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengoordinasikan berbagai misi kompleks dengan cepat dan tertata.

"Semua ini bisa terjadi berkat hubungan yang dinamis di antara seluruh aliansi NATO dan komitmen abadi kami untuk memperjuangkan tujuan perdamaian melalui persaingan dan pencegahan," ungkap komandan EUCOM, Jenderal Tod Wolters.

Pihak EUCOM juga mengatakan bahwa penerbangan ketiga pesawat bomber tersebut menunjukkan kemampuan Departemen Pertahanan untuk mengarahkan armada pembom Angkatan Udara untuk berbagai misi.

"Ini menunjukkan bahwa pembom Angkatan Udara mamu melaksanakan misi apapun, di mana pun, dan kapan pun, untuk mendukung strategi pertahanan nasional," ungkap EUCOM.

Selanjutnya: Melihat kembali ketegangan militer dunia selama satu bulan terakhir




TERBARU

[X]
×