TikTok jadi rebutan investor, Centrius dan Triller menawar US$ 20 miliar

Minggu, 30 Agustus 2020 | 18:22 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
TikTok jadi rebutan investor, Centrius dan Triller menawar US$ 20 miliar

ILUSTRASI. Tiktok. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tiktok jadi rebutan investor. Setelah diminati microsoft dan amazon, dua perusahaan investor global Centricus Asset Management Ltd dan Triller Inc juga mengincar TikTok. Kedua investor ini menawarkan US$ 20 miliar untuk mengakuisisi operasi TikTok di Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara lainnya.

Hal itu diungkapkan oleh sumber Bloomberg. Centricus yaitu perusahaan yang berbasis di London akan bermitra dengan Triller yakni perusahaan aplikasi jejaring sosial berbasis video dan musik yang berbasis di AS, untuk mengakuisisi operasi TikTok tersebut. 

Sumber tersebut menambahkan, bahwa Triller akan memiliki saham minoritas dalam perusahaan patungan yang akan dibentuk untuk mengakuisisi TikTok itu.

Centricus dan Triller telah mengajukan tawaran mereka ke ByteDance untuk aset TikTok di AS, Australia, Selandia Baru, dan India. Proposal tersebut terdiri dari US$ 10 miliar dalam bentuk tunai di muka dan US$ 10 miliar dalam pembagian keuntungan dari usaha yang dihasilkan.

Baca Juga: AS dan China pertegas komitmen atas kesepakatan dagang tahap pertama

Tawaran tersebut akan menyaingi tawaran dari pemain industri teknologi yang lebih mapan, termasuk Microsoft Corp dan Oracle Corp. Walmart Inc pada 27 Agustus 2020 lalu mengatakan telah bergabung dengan tawaran Microsoft.

Namun, saat Bloomberg mengkonfirmasi kebenaran informasi itu, juru bicara TikTok tidak kenal dengan Triller. Sedangkan juru bicara lain menyebut informasi potensi kesepakatan seperti informasi itu sangat tidak masuk akal. 

Sementara perwakilan Centricus telah mengonfirmasi bahwa perusahaan mengajukan penawaran untuk mengakuisisi operasi TikTok di AS dan beberapa negara lain.  Juru bicara Triller tidak menanggapi permintaan komentar dari Bloomberg. 

Presiden Donald Trump pada awal bulan ini sudah mengeluarkan ancaman melarang TikTok beroperasi di AS jika tidak menjual asetnya ke perusahaan AS. TikTok dikhawatirkan mengancam keamanan nasional jika tidak melibatkan perusahaan AS di dalamnya. 

Editor: Handoyo .

Terbaru