kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

TikTok Terancam Diblokir di AS Setelah Permohonan Darurat Ditolak Pengadilan


Sabtu, 14 Desember 2024 / 07:14 WIB
ILUSTRASI. Pengadilan banding Amerika Serikat pada hari Jumat menolak permohonan darurat TikTok untuk sementara memblokir undang-undang. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pengadilan banding Amerika Serikat pada hari Jumat menolak permohonan darurat TikTok untuk sementara memblokir undang-undang yang mengharuskan perusahaan induk China-nya, ByteDance, untuk melepaskan aplikasi video pendek tersebut sebelum 19 Januari atau menghadapi larangan.

TikTok dan ByteDance pada hari Senin mengajukan permohonan darurat kepada Pengadilan Banding Distrik Columbia, meminta lebih banyak waktu untuk mengajukan kasus mereka ke Mahkamah Agung AS.

Perusahaan-perusahaan tersebut memperingatkan bahwa tanpa tindakan pengadilan, undang-undang ini akan "menutup TikTok, salah satu platform pidato paling populer di negara ini bagi lebih dari 170 juta pengguna bulanan domestik."

Baca Juga: Dua Bulan Lagi, TikTok Bisa Menghilang dari Amerika. Apa yang Terjadi?

Keputusan pengadilan ini memperburuk ketegangan antara Amerika Serikat dan China mengenai masalah keamanan data dan pengaruh teknologi.

Pemerintah AS khawatir bahwa data pribadi pengguna TikTok dapat digunakan oleh pemerintah China untuk kepentingan intelijen atau pengaruh politik, mengingat ByteDance yang berbasis di Beijing terhubung dengan pemerintahan China.

Sebagai respons, pemerintah AS telah berusaha untuk memaksa ByteDance menjual TikTok atau menghadapi kemungkinan larangan, sementara perusahaan tersebut membantah tuduhan tersebut dan bersikeras bahwa data pengguna di luar China tidak dapat diakses oleh pemerintah China.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×