kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

TikTok Tetapkan Standar Lebih Tinggi untuk Monetisasi LIVE, Seperti Apa?


Rabu, 16 September 2026 / 06:10 WIB
TikTok Tetapkan Standar Lebih Tinggi untuk Monetisasi LIVE, Seperti Apa?
ILUSTRASI. Junjiao Bai, Head of LIVE Platform Trust & Ecosystem, TikTok (DOK./TikTok)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. TikTok menetapkan standar lebih tinggi bagi kreator yang ingin mengakses fitur monetisasi dan fitur premium di TikTok LIVE. Platform ini menegaskan bahwa monetisasi merupakan privilege, bukan hak, sehingga kreator harus memenuhi standar tertentu untuk mendapatkan akses tersebut.

Hal tersebut disampaikan Junjiao Bai, Head of LIVE Platform Trust & Ecosystem, TikTok, dalam pemaparannya mengenai pengembangan ekosistem TikTok LIVE dalam acara Creator Networks Global Summit yang dihadiri KONTAN di Bangkok, Selasa (15/9/2026).

Monetization is a privilege, not a right,” ujar Junjiao.

Menurut dia, pedoman komunitas merupakan standar dasar platform. Kreator yang mematuhinya memiliki hak dasar untuk mengunggah konten dan melakukan siaran langsung.

Namun, untuk memperoleh akses terhadap fitur monetisasi dan fitur premium, kreator harus memenuhi standar yang lebih tinggi. TikTok meminta kreator membuktikan bahwa mereka memberikan pengalaman kepada penonton yang autentik dan berkualitas.

Tiga Pilar Monetisasi

Junjiao mengatakan TikTok mengembangkan Live Monetization Guidelines (LMG) sekitar dua tahun lalu. Pedoman ini menjadi dasar untuk mengatur akses terhadap fitur monetisasi.

LMG memiliki tiga pilar utama.

Pertama, keselamatan dan pencegahan bahaya.

Menurut Junjiao, pedoman monetisasi mengambil langkah lebih jauh dari pedoman komunitas dengan menghapus insentif finansial dari konten yang tidak memenuhi standar keselamatan.

Baca Juga: LIVE Bax, Senjata Baru TikTok LIVE untuk Bantu Leader Kelola Creator Networks

TikTok berupaya mencegah potensi dampak negatif secara fisik, psikologis, finansial dan sosial. Junjiao juga menyebut monetisasi dapat dicabut dari siaran yang melibatkan perilaku seksual yang sugestif maupun konten lain yang melanggar ketentuan terkait.

Kedua, kualitas konten dan pengalaman penonton.

LMG dirancang untuk mendorong interaksi real-time yang autentik dan memberikan nilai bagi penonton.

Konten yang terutama dirancang untuk memanipulasi interaksi atau penghargaan, maupun menurunkan pengalaman penonton, dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat monetisasi.

Junjiao mencontohkan pengalaman LIVE yang tidak autentik, konten berkualitas rendah, fake engagement, gift-baiting, serta perilaku yang merendahkan atau mengganggu pengalaman penonton.

Ketiga, integritas platform dan monetisasi yang bertanggung jawab.

TikTok juga membatasi atau menghentikan monetisasi dalam situasi yang dianggap berisiko tinggi. Beberapa konteks yang disebut antara lain berita, konflik, tragedi dan peristiwa kritis.

Menurut Junjiao, pemberian insentif finansial dalam lingkungan berisiko tinggi dapat membuka peluang terjadinya eksploitasi.

Creator Network Juga Diatur

Selain kreator, TikTok juga menerapkan Creator Network Guidelines sebagai bagian dari tata kelola ekosistem.

Junjiao menyebut terdapat empat area yang menjadi perhatian, yakni kualitas konten, integritas finansial, kepatuhan perekrutan, serta perilaku operasional.

Dalam aspek kualitas konten, TikTok menyoroti perilaku dan konten berisiko, termasuk perilaku atau konten yang mengandung kebencian dan eksplisit. TikTok juga menggunakan deteksi real-time untuk mengidentifikasi pelanggaran dan mengambil tindakan terhadap creator network yang melanggar.

Tonton: Uni Eropa Perketat Pengawasan, TikTok Diduga Langgar Aturan Keamanan Anak

Dalam aspek integritas finansial, creator network diminta bertanggung jawab atas pelanggaran finansial yang dilakukan kreator. TikTok menyatakan bekerja dengan tim pengendalian risiko finansial untuk mendeteksi perilaku penipuan dan menerapkan zero tolerance terhadap pelanggaran.

Dari sisi perekrutan, creator network tidak diperbolehkan merekrut kreator yang tidak memenuhi syarat, termasuk kreator yang menggunakan banyak akun untuk menghindari sistem maupun melakukan siaran dari wilayah yang belum didukung.

Sementara dalam aspek operasional, TikTok menyatakan tidak menoleransi praktik yang merusak ekosistem, termasuk malicious poaching dan pencemaran nama baik kompetitor. Creator network juga didorong menyerahkan bukti langsung jika menemukan upaya perebutan kreator.




TERBARU

[X]
×