kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Selandia Baru Ingatkan Inflasi Akan Jauh Lebih Tinggi Jika Perang Iran Berlarut-larut


Senin, 30 Maret 2026 / 11:31 WIB
Selandia Baru Ingatkan Inflasi Akan Jauh Lebih Tinggi Jika Perang Iran Berlarut-larut
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Selandia Baru mengatakan bahwa inflasi kemungkinan akan naik jauh lebih tinggi jika konflik di Timur Tengah berlarut-larut. (Shutterstock/Shutterstock)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WELLINGTON. Menteri Keuangan Selandia Baru mengatakan bahwa inflasi kemungkinan akan naik jauh lebih tinggi tahun ini dan tetap di luar kisaran target bank sentral jika konflik di Timur Tengah berlarut-larut.

Mengutip Reuters, Senin (30/3/2026), Menteri Keuangan Nicola Willis mengatakan pemodelan terbaru Departemen Keuangan menunjukkan inflasi mencapai puncaknya lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya berdasarkan skenario dengan konflik yang lebih lama dengan gangguan yang lebih dalam pada rantai pasokan.

"Mereka memperkirakan inflasi akan jauh lebih tinggi tahun ini, dan akan tetap di luar kisaran target kita," kata Willis kepada wartawan.

Baca Juga: Harga Emas Turun Dipicu Ekspektasi Inflasi, Harapan Penurunan Suku Bunga Meredup

Data yang dirilis pada Januari menunjukkan inflasi kuartal keempat sebesar 3,1% melampaui kisaran target bank sentral sebesar 1% hingga 3%. Dengan kenaikan harga energi, pasar semakin memperkirakan pengetatan kebijakan dalam waktu dekat.

Willis menolak untuk membagikan angka spesifik karena ia mengatakan Departemen Keuangan belum menetapkan skenario akhir atau sentral.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×