kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Timur Tengah memanas, harga minyak meroket


Jumat, 03 Januari 2020 / 21:36 WIB
Timur Tengah memanas, harga minyak meroket
ILUSTRASI. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memberikan pidato saat memperingati 30 tahun kematian pendiri Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Reporter: Anna Suci Perwitasari, Annisa Fadila | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak mentah kembali melonjak setelah serangan udara Amerika Serikat (AS) di Baghdad yang menewaskan komandan pasukan elite Quds Iran. Hal itu memicu ketegangan geopolitik yang dapat mengganggu pasokan minyak mentah dunia.

Mengutip Bloomberg, Jumat (3/1) pukul 21.00 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Februari 2020 di New York Mercantile Exchange menguat 3,66% dibanding hari sebelumnya menjadi US$ 63,42 per barel. 

Setali tiga uang, harga minyak Brent kontrak pengiriman Maret 2020 di ICE Futures naik 3,59% ke US$ 68,63 per barel.

Baca Juga: Serangan udara AS tewaskan kepala pasukan elit Quds Iran

Seperti diketahui, serangan udara yang dilakukan AS telah menewaskan Jenderal Qassem Soleimani, yang merupakan pemimpin pasukan elite Quds Iran dan juga merupakan pahlawan di antara warga Iran dan Syiah di wilayah tersebut.

Hal tersebut membuat Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei berang. Khamenei pun bersumpah akan balas dendam kepada pihak yang membunuh Jenderal Qasem Sulaemani.

“Kami memperkirakan akan ada bentrokan tingkat menengah hingga rendah yang berlangsung setidaknya selama 1 bulan tetapi itu akan terbatas di Irak,” kata Analis Eurasia Iran Henry Rome seperti dilansir Reuters.

Ketegangan politik di kawasan Timur Tengah ini diperkirakan bisa mengganggu pasokan minyak. Terlebih Iran merupakan produsen minyak terbesar kedua di antara anggota OPEC. Asal tahu saja, Irak mampu mengekspor sekitar 3,4 juta barel per hari.




TERBARU

Close [X]
×