kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.991   -51,00   -0,28%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Timur Tengah memburuk, China desak AS dan Iran untuk menahan diri


Rabu, 08 Januari 2020 / 15:42 WIB
ILUSTRASI. Perempuan memegang foto-foto Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Quds, yang terbunuh dalam serangan udara di Bandara Baghdad, selama prosesi pemakaman di kota kelahirannya di Kerman, Iran, 7 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Televisi pemerintah Iran menyebutkan, Iran telah menembakkan 15 rudal ke sasaran AS sebagai respons terhadap pembunuhan Qassem Soleimani pada Jumat (3/1) pekan lalu.

Melansir economictimes.indiatimes.com, televisi pemerintah Iran melaporkan, setidaknya 80 "teroris Amerika" tewas dalam serangan atas dua pangkalan militer negeri uak Sam di Irak.

Baca Juga: Siap berperang dengan Iran, AS kerahkan enam pesawat pembom B-52 dari wilayah Inggris

Dalam kicauan di akun Twitternya, Rabu (8/1), Presiden AS Donald Trump mengatakan, rudal diluncurkan dari Iran terhadap dua pangkalan militer AS yang berlokasi di Irak.

"Semua baik-baik saja!," kata Trump. "Penilaian korban dan kerusakan sedang berlangsung. Sejauh ini baik! Sejauh ini, kami memiliki militer yang paling kuat dan lengkap di seluruh dunia!".




TERBARU

[X]
×