kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.825   33,00   0,20%
  • IDX 8.199   52,64   0,65%
  • KOMPAS100 1.153   7,04   0,61%
  • LQ45 839   6,50   0,78%
  • ISSI 288   1,09   0,38%
  • IDX30 437   4,10   0,95%
  • IDXHIDIV20 525   4,81   0,93%
  • IDX80 129   1,04   0,81%
  • IDXV30 143   1,25   0,88%
  • IDXQ30 141   1,20   0,86%

Timur Tengah memburuk, China desak AS dan Iran untuk menahan diri


Rabu, 08 Januari 2020 / 15:42 WIB
Timur Tengah memburuk, China desak AS dan Iran untuk menahan diri
ILUSTRASI. Perempuan memegang foto-foto Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Quds, yang terbunuh dalam serangan udara di Bandara Baghdad, selama prosesi pemakaman di kota kelahirannya di Kerman, Iran, 7 Januari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menahan diri serta menyelesaikan perselisihan melalui dialog, setelah Teheran meluncurkan serangan rudal terhadap pasukan AS di Irak

"Memburuknya situasi di kawasan Timur Tengah tidak dalam kepentingan pihak manapun," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, Rabu (8/1), seperti dikutip Reuters.

Tapi, China mengkritik AS karena memperparah ketegangan di Timur Tengah melalui penggunaan kekuatannya dalam pertikaian antara Washington dan Teheran.

Baca Juga: Iran mengklaim, sedikitnya 80 tentara AS tewas dalam serangan 15 rudal

China Daily yang dikelola Pemerintah China dalam Editorial, Selasa (7/1), menyalahkan AS karena menciptakan "kuali ketegangan" di wilayah Timur Tengah.

Saat ditanya apa yang China lakukan untuk membantu menyelesaikan konflik, Geng hanya mengatakan, Tiongkok berhubungan dekat dengan pihak-pihak terkait di Dewan Keamanan PBB.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×