kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Tinggalkan Pesawat AWACS yang Menua, NATO Beralih ke Jet Pengintai Saab GlobalEye


Kamis, 02 Juli 2026 / 21:55 WIB
Tinggalkan Pesawat AWACS yang Menua, NATO Beralih ke Jet Pengintai Saab GlobalEye
ILUSTRASI. NATO Secretary General visits the United States (NATO/NATO)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. NATO berencana mengganti armada pesawat peringatan dini dan pengawasan udara (Airborne Warning and Control System/AWACS) yang telah beroperasi lebih dari empat dekade dengan pesawat pengintai GlobalEye buatan perusahaan pertahanan Swedia, Saab. 

Keputusan ini dinilai menjadi langkah strategis sekaligus berpotensi memicu dinamika baru dalam hubungan aliansi tersebut dengan Amerika Serikat.

Mengutip Reuters, empat sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan NATO akan mengumumkan pengadaan GlobalEye dalam pertemuan negara-negara anggota di Ankara, Turki, pada 7-8 Juli 2026.

Jika terealisasi, keputusan ini menandai perubahan penting dalam strategi pengadaan alutsista NATO. 

Baca Juga: NATO Bakal Ganti Armada AWACS dengan Saab GlobalEye

Selama ini, aliansi pertahanan tersebut banyak mengandalkan sistem buatan Amerika Serikat untuk mendukung operasi militernya.

Rencana tersebut juga muncul di tengah dorongan Presiden AS Donald Trump agar negara-negara sekutu lebih banyak membeli persenjataan buatan AS. 

Trump berulang kali mengkritik negara-negara Eropa karena dinilai terlalu bergantung pada perlindungan keamanan Amerika dan bahkan pernah mengancam akan menarik AS dari NATO.

Saat ini NATO mengoperasikan 14 pesawat AWACS yang mulai digunakan sejak 1982. Pesawat dengan radar besar berbentuk kubah di bagian atas badan pesawat itu berfungsi sebagai pusat pengawasan udara dan komando tempur, serta menjadi tulang punggung pemantauan wilayah udara NATO.

Sejak pecahnya perang Rusia-Ukraina, armada AWACS yang berbasis di Pangkalan Udara Geilenkirchen, Jerman, semakin intensif digunakan untuk menjalankan misi pengawasan di kawasan timur NATO.

Baca Juga: Sekutu NATO Menolak Bergabung dengan Trump untuk Memblokade Selat Hormuz

Dalam skema penggantian armada tersebut, pangkalan Geilenkirchen diperkirakan akan menjadi markas armada GlobalEye terbesar di dunia.

GlobalEye merupakan sistem pengawasan udara yang pertama kali mengudara pada 2018. 

Pesawat ini dibangun di atas platform jet bisnis Global 6500 buatan Bombardier asal Kanada dan dirancang untuk mendeteksi serta memantau ancaman di udara, darat, maupun laut dalam satu sistem terintegrasi.

Keputusan memilih GlobalEye sekaligus mengakhiri rencana NATO untuk membeli enam pesawat Boeing E-7 Wedgetail. 

Pada 2025, NATO membatalkan rencana tersebut setelah Pentagon menghentikan program pembelian 26 unit E-7 dan memilih lebih mengandalkan kemampuan satelit untuk misi pengawasan.

Baca Juga: NATO Perkuat Baltik, Korps Jerman-Belanda Pimpin Pasukan Darat Estonia-Latvia

Meski demikian, kebijakan itu belum sepenuhnya final. 

Di bawah tekanan anggota Kongres AS, Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada Mei lalu menyatakan Pentagon kembali mengupayakan agar pengadaan E-7 Wedgetail dimasukkan lagi ke dalam anggaran pertahanan Amerika Serikat.


Tag


TERBARU

[X]
×