kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

NATO Perkuat Baltik, Korps Jerman-Belanda Pimpin Pasukan Darat Estonia-Latvia


Kamis, 28 Mei 2026 / 18:47 WIB
NATO Perkuat Baltik, Korps Jerman-Belanda Pimpin Pasukan Darat Estonia-Latvia
ILUSTRASI. NATO Secretary General visits the United States (NATO/NATO)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Korps Gabungan Jerman-Belanda akan memimpin pasukan darat NATO di Estonia dan Latvia mulai akhir tahun 2026 ini. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pertahanan sayap timur NATO menghadapi potensi ancaman serangan Rusia.

Pemerintah Jerman dan Belanda dalam pernyataan bersama pada Kamis (28/5/2026) menyebutkan, Korps 1 Jerman-Belanda atau 1 German-Netherlands Corps (1GNC) yang bermarkas di Muenster, Jerman, akan menjadi markas taktis NATO di kawasan Baltik pada pertengahan 2026.

Selama ini, pasukan NATO di tiga negara Baltik dan Polandia bagian utara berada di bawah satu markas multinasional di Szczecin, Polandia. 

Dengan struktur baru tersebut, NATO ingin mempercepat mobilisasi pasukan dan memperkuat koordinasi militer di kawasan yang dinilai rawan.

Baca Juga: Drone Ukraina Masuk Wilayah Udara Baltik, Ketegangan NATO-Rusia Meningkat

Seorang pejabat militer mengatakan perubahan itu akan membuat NATO mampu mengerahkan kekuatan tambahan dengan lebih cepat, terutama karena kawasan Baltik memiliki kedalaman strategis yang terbatas dan dinilai rentan terhadap ancaman Rusia.

"Penempatan markas taktis tambahan di kawasan ini memperkuat koordinasi NATO dan meningkatkan efek penangkalan terhadap Rusia," kata kementerian pertahanan Jerman dan Belanda.

Menteri Pertahanan Belanda Dilan Yesilgoz menyebut korps gabungan tersebut telah melakukan persiapan menyeluruh untuk menjalankan tugas barunya. Ia merujuk pada kunjungannya ke markas 1GNC pada Maret lalu.

Baca Juga: Kerugian Minyak Global Capai US$50 Miliar Akibat Perang AS-Iran

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan pada KTT NATO 2025 di Den Haag dan melanjutkan implementasi NATO Force Model yang diperkenalkan pada KTT Vilnius 2023. 

Model itu dirancang agar NATO dapat mengerahkan lebih banyak pasukan dengan waktu respons yang lebih singkat.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×