kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Efisiensi Biaya Dongkrak Laba Magnum Ice Cream, Lampaui Proyeksi Analis


Kamis, 30 Juli 2026 / 14:53 WIB
Efisiensi Biaya Dongkrak Laba Magnum Ice Cream, Lampaui Proyeksi Analis
ILUSTRASI. Magnum Ice Cream membukukan laba semester I-2026 di atas ekspektasi analis berkat efisiensi biaya dan penjualan musim panas yang kuat. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen es krim Magnum Ice Cream membukukan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar pada semester pertama 2026.

Hasil tersebut ditopang oleh efisiensi biaya pasca pemisahan usaha (spin-off) dari Unilever pada Desember 2025, sekaligus didukung awal musim penjualan musim panas yang berlangsung kuat.

Perusahaan mencatat laba operasional yang disesuaikan atau adjusted earnings before interest, taxes, depreciation and amortisation (EBITDA) sebesar €880 juta pada semester pertama 2026.

Angka ini meningkat dibandingkan €853 juta pada periode yang sama tahun lalu dan melampaui konsensus analis sebesar €843 juta.

Baca Juga: Efisiensi Biaya Memacu Laba Emiten Rokok Mengepul di 2025

Peningkatan laba terutama berasal dari penghematan biaya rantai pasok serta efisiensi dalam proses transformasi perusahaan setelah berdiri sebagai entitas independen.

Chief Executive Officer (CEO) Magnum Ice Cream Peter ter Kulve mengatakan bahwa musim penjualan utama mereka dimulai dengan sangat kuat.

"Dan kami berhasil meningkatkan pangsa pasar di seluruh wilayah, termasuk Amerika Serikat," ujarnya seperti dilansir Reuters, Kamis (30/7/2026).

Kinerja penjualan juga menunjukkan tren positif. Pada kuartal II-2026, penjualan es krim Ben & Jerry's tumbuh 9,2%, mengungguli pertumbuhan pasar es krim di Amerika Utara sekaligus memperbesar pangsa pasar merek tersebut.

Baca Juga: Ekspansi Dongkrak Laba Midi Utama (MIDI), Simak Rekomendasi Analis

Pencapaian ini menjadi perhatian investor karena merupakan salah satu indikator awal kemampuan Magnum Ice Cream menjaga pertumbuhan setelah resmi berpisah dari Unilever.

Perusahaan juga menghadapi tantangan perubahan perilaku konsumen, termasuk meningkatnya penggunaan obat penurun berat badan berbasis GLP-1 yang berpotensi memengaruhi konsumsi makanan manis, serta kampanye "Make America Healthy Again" di Amerika Serikat yang mendorong pola konsumsi lebih sehat.

Meski demikian, kinerja awal musim panas yang solid serta keberhasilan menekan biaya memberikan sinyal positif bagi prospek bisnis perusahaan pada sisa tahun 2026.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×