kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.189   -17,00   -0,10%
  • IDX 7.610   -24,31   -0,32%
  • KOMPAS100 1.054   -0,12   -0,01%
  • LQ45 758   -0,38   -0,05%
  • ISSI 276   -0,90   -0,32%
  • IDX30 403   -0,45   -0,11%
  • IDXHIDIV20 491   0,87   0,18%
  • IDX80 118   -0,08   -0,06%
  • IDXV30 138   -0,95   -0,68%
  • IDXQ30 130   0,17   0,13%

Perang Iran Pangkas Pasokan 500 Juta Barel Minyak, Kerugian Tembus US$ 50 Miliar


Senin, 20 April 2026 / 12:40 WIB
Perang Iran Pangkas Pasokan 500 Juta Barel Minyak, Kerugian Tembus US$ 50 Miliar
ILUSTRASI. Konflik Iran-sekutunya membuat pasokan minyak global kehilangan 500 juta barel senilai US$50 miliar. (REUTERS/Christian Hartmann)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konflik antara Iran dan sekutunya telah menyebabkan gangguan besar terhadap pasokan energi global. Dalam hampir 50 hari sejak perang dimulai pada akhir Februari, pasar dunia kehilangan lebih dari 500 juta barel minyak mentah dan kondensat, dengan nilai kerugian diperkirakan melampaui US$ 50 miliar.

Menurut data Kpler dan perhitungan Reuters, gangguan ini menjadi disrupsi pasokan energi terbesar dalam sejarah modern. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan pada Jumat bahwa Selat Hormuz telah kembali dibuka setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran akan segera tercapai, meskipun belum ada kepastian waktu.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak Lebih dari 5% di Tengah Meningkatnya Ketegangan AS-Iran

Dampak Setara Penghentian Aktivitas Global

Kehilangan 500 juta barel minyak dari pasar global memiliki dampak yang sangat besar. Menurut analis utama Wood Mackenzie, Iain Mowat, jumlah tersebut setara dengan:

  • Pengurangan permintaan penerbangan global selama 10 minggu

  • Tidak adanya perjalanan kendaraan di seluruh dunia selama 11 hari

  • Tidak adanya pasokan minyak bagi ekonomi global selama lima hari penuh

  • Hampir satu bulan kebutuhan minyak di Amerika Serikat

  • Lebih dari satu bulan konsumsi minyak seluruh Eropa

  • Sekitar enam tahun konsumsi bahan bakar militer AS

  • Cukup untuk menopang industri pelayaran internasional selama empat bulan

Produksi Negara Teluk Anjlok

Negara-negara Teluk Arab kehilangan sekitar 8 juta barel per hari produksi minyak mentah pada Maret. Volume tersebut hampir setara dengan gabungan produksi dua raksasa migas dunia, yakni Exxon Mobil dan Chevron.

Ekspor bahan bakar jet dari Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman turun drastis dari 19,6 juta barel pada Februari menjadi hanya 4,1 juta barel sepanjang Maret dan April sejauh ini.

Penurunan ekspor tersebut setara dengan bahan bakar untuk sekitar 20.000 penerbangan pulang-pergi antara Bandara JFK New York dan Bandara Heathrow London.

Kerugian Ekonomi Global Membesar

Dengan harga minyak mentah rata-rata sekitar US$ 100 per barel sejak konflik dimulai, volume minyak yang hilang dari pasar diperkirakan bernilai sekitar US$ 50 miliar.

Analis senior Kpler, Johannes Rauball, mengatakan angka tersebut setara dengan sekitar 1% produk domestik bruto tahunan Jerman atau hampir menyamai total PDB negara kecil seperti Latvia dan Estonia.

Baca Juga: Iran Eksekusi Dua Pria yang Dituduh Bekerja Sama dengan Mossad Israel

Meski Selat Hormuz mulai dibuka kembali, pemulihan pasokan minyak global diperkirakan berlangsung lambat. Persediaan minyak mentah global di daratan telah turun sekitar 45 juta barel sepanjang April.

Sejak akhir Maret, gangguan produksi telah mencapai sekitar 12 juta barel per hari. Ladang minyak berat di Kuwait dan Irak diperkirakan membutuhkan waktu empat hingga lima bulan untuk kembali ke tingkat operasi normal.

Selain itu, kerusakan pada kapasitas kilang minyak dan kompleks LNG Ras Laffan di Qatar diperkirakan membuat pemulihan penuh infrastruktur energi regional membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Dengan demikian, dampak perang Iran terhadap pasar energi global diperkirakan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga akan mempengaruhi harga energi dan stabilitas pasokan selama berbulan-bulan hingga beberapa tahun ke depan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×