kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Tiongkok gelar latihan di Laut China Selatan, Vietnam: Itu sangat provokatif!


Jumat, 03 Juli 2020 / 06:12 WIB
ILUSTRASI. Kapal penjaga pantai atau daerah perbatasan laut Filipina di Laut China Selatan.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - HANOI/MANILA. Vietnam dan Filipina mengecam diadakannya latihan militer China di wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan. Kedua negara memperingatkan bahwa hal itu dapat menciptakan ketegangan di wilayah tersebut dan berdampak pada hubungan Beijing dengan negara tetangganya.

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan latihan militer China di perairan dekat Kepulauan Paracel merupakan aksi yang "sangat provokatif". Sementara, Kementerian Luar Negeri Vietnam menyebut kegiatan China melanggar kedaulatan yang dapat "merusak" hubungan Beijing dengan Asosiasi Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) .

Melansir Reuters, menurut pengumuman 27 Juni yang dirilis oleh Administrasi Keselamatan Maritim Hainan, China menjadwalkan lima hari latihan dari hari Rabu di dekat Paracels. Vietnam memiliki klaim yang tumpang tindih dengan China atas Paracels.

Baca Juga: Siap patroli di Laut China Selatan, kapal serbu amfibi China punya drone helikopter

Vietnam dan Filipina telah menjadi penentang China di kawasan regional yang paling vokal terhadap apa yang mereka lihat sebagai aksi yang melampaui batas di Laut China Selatan dan mengabaikan batas-batas yang digariskan dalam hukum maritim internasional.

China mengklaim yurisdiksi historis lebih dari 80% wilayah laut tersebut.

Hanoi dan Manila memperingatkan akan meningkatnya rasa tidak aman di Asia Tenggara pada pertemuan puncak ASEAN Jumat lalu, di tengah kekhawatiran, termasuk dari Amerika Serikat, bahwa China menggunakan sampul pandemi coronavirus untuk meningkatkan kegiatan angkatan laut dan meningkatkan klaim teritorialnya.

Baca Juga: Kode etik Laut China Selatan macet, Asia Tenggara cemas Tiongkok akan rebut kekuasaan




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×