kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.118   88,00   0,49%
  • IDX 5.879   5,98   0,10%
  • KOMPAS100 764   0,64   0,08%
  • LQ45 583   -0,32   -0,05%
  • ISSI 203   0,12   0,06%
  • IDX30 330   -0,70   -0,21%
  • IDXHIDIV20 408   -2,49   -0,61%
  • IDX80 87   0,23   0,26%
  • IDXV30 110   -0,52   -0,47%
  • IDXQ30 106   -0,65   -0,61%

Topan Bavi Ancam Taiwan dan China, Berpotensi Jadi Badai Terbesar dalam 40 Tahun


Kamis, 09 Juli 2026 / 14:34 WIB
Topan Bavi Ancam Taiwan dan China, Berpotensi Jadi Badai Terbesar dalam 40 Tahun
Citra satelit menunjukkan Topan Super Bavi di atas Laut Filipina pada 8 Juli 2026. (via REUTERS/NASA WORLDVIEW)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Taiwan dan China bersiap menghadapi Topan Bavi yang diperkirakan menjadi salah satu badai tropis paling dahsyat dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan kecepatan angin mendekati 200 kilometer per jam, topan ini diprediksi membawa hujan lebat, angin kencang, banjir, hingga gelombang pasang di sejumlah wilayah.

Otoritas Taiwan meminta masyarakat menyiapkan kebutuhan pokok dan meningkatkan kewaspadaan. Bavi diperkirakan menjadi topan terkuat yang menerjang pulau tersebut sejak Topan Kong-rey pada 2024 yang menewaskan tiga orang.

Baca Juga: Topan Bavi Ancam Taiwan dan China, Berpotensi Jadi yang Terkuat Sejak 2024

Menurut Pusat Meteorologi Nasional China, Bavi memiliki diameter sekitar 1.000 kilometer atau hampir selebar wilayah Prancis. Topan ini diperkirakan melintas di utara Taiwan sebelum mendarat di Provinsi Fujian, China timur, pada Sabtu (11/7) malam.

Prakirawan Administrasi Cuaca Pusat Taiwan, Jason Chang, mengatakan ukuran Bavi tergolong sangat besar dan jarang terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

"Badai sebesar ini sangat jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Bavi diperkirakan menjadi topan terbesar yang menghantam Taiwan sejak 1987," ujarnya.

Ancaman Bavi datang ketika China masih berupaya memulihkan diri dari dampak Topan Maysak yang melanda wilayah Guangxi awal pekan ini. Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 39 orang meninggal dunia, sementara sembilan lainnya masih dinyatakan hilang.

Baca Juga: Topan Bavi Hantam Kepulauan Mariana, Angin 290 Km/Jam Ancam Pangkalan Militer AS

Tim penyelamat masih melakukan pencarian di berbagai lokasi terdampak. Rekaman media pemerintah memperlihatkan warga dievakuasi melalui jendela lantai dua menggunakan bantuan petugas, sementara drone dikerahkan untuk mengirimkan logistik ke daerah yang terisolasi banjir.

Kerusakan juga meluas ke sektor peternakan. Ribuan ternak dilaporkan mati akibat terendam banjir, termasuk bangkai babi yang ditemukan membusuk di sebuah peternakan di Kabupaten Binyang.

Kebun binatang di Kota Guigang juga terdampak. Tiga singa dilaporkan mati akibat banjir, sedangkan sekitar 100 satwa lainnya, termasuk zebra, landak, burung beo, dan rakun, masih belum ditemukan.

Di Kota Pelabuhan Suao, Taiwan timur laut, ratusan kapal nelayan berlindung di pelabuhan untuk menghindari badai. Warga mengantre mengambil karung pasir dari pemerintah daerah, sementara para petani mempercepat panen padi sebelum cuaca memburuk.

Dampak Bavi juga mulai dirasakan di Jepang. Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan angin kencang, tanah longsor, banjir, dan gelombang pasang untuk wilayah Prefektur Okinawa pada Jumat (10/7) hingga Sabtu (11/7).

Maskapai Japan Airlines membatalkan 50 penerbangan, terdiri dari 48 penerbangan domestik dan dua internasional, yang berdampak pada sekitar 7.600 penumpang.

Baca Juga: Trump Tinggalkan China dengan Minim Kesepakatan Besar

Sementara All Nippon Airways (ANA) membatalkan 34 penerbangan pada Jumat dan menjadwalkan pembatalan 33 penerbangan domestik lainnya pada Sabtu.

Para ilmuwan menilai kawasan Asia Timur kini semakin rentan terhadap cuaca ekstrem akibat perubahan iklim. Kemunculan fenomena El Nino tahun ini diperkirakan meningkatkan suhu permukaan laut sehingga dapat memicu terbentuknya topan yang lebih sering dan lebih kuat.

Sejumlah ahli juga mengingatkan bahwa meski intensitas angin Bavi diperkirakan sedikit melemah dalam beberapa hari ke depan, badai ini tetap berpotensi menimbulkan kerusakan besar saat mendekati Taiwan dan pesisir timur China.

Bahkan perubahan kecil pada jalur pergerakannya dapat menentukan besarnya dampak yang ditimbulkan di wilayah terdampak.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×