kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Topan Dolphin Hantam Jepang, China Tutup Pelabuhan Jelang Pendaratan Badai


Sabtu, 08 Agustus 2026 / 16:28 WIB
Topan Dolphin Hantam Jepang, China Tutup Pelabuhan Jelang Pendaratan Badai
ILUSTRASI. Topan Super Ragasa mendekati Hong Kong (REUTERS/Tyrone Siu)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - TOKYO/BEIJING. Topan Dolphin menerjang Okinawa, Jepang, pada Sabtu (8/8/2026), menyebabkan sedikitnya enam orang terluka dan memutus aliran listrik ke lebih dari 50.000 bangunan.

Di saat yang sama, China menghentikan aktivitas pelabuhan dan layanan penyeberangan untuk mengantisipasi pendaratan topan di pesisir timur negara tersebut.

Lima lansia terluka di Okinawa, tiga di antaranya akibat terpaan angin kencang. Sementara itu, satu orang lainnya mengalami luka di Prefektur Kagoshima. Pemerintah setempat menyatakan seluruh korban mengalami luka yang tidak mengancam jiwa.

Baca Juga: Topan Bavi Hantam Pulau Ishigaki di Jepang, Taiwan Siaga

Pemadaman listrik juga meluas. Hampir 39.000 bangunan di Kagoshima kehilangan pasokan listrik, sedangkan lebih dari 12.000 bangunan terdampak di Okinawa.

Maskapai penerbangan domestik All Nippon Airways (ANA) dan Japan Airlines membatalkan penerbangan dari dan menuju Okinawa.

Topan Dolphin membawa angin berkecepatan maksimum 162 kilometer per jam dengan hembusan mencapai 216 kilometer per jam. Okinawa dan Pulau Amami di Prefektur Kagoshima menjadi wilayah utama yang diperkirakan terdampak di Jepang.

Dampak yang lebih luas diperkirakan terjadi di China. Topan Dolphin diprediksi mendarat di pesisir timur China antara Minggu (9/8) malam hingga Senin (10/8) dini hari.

Pemerintah China menetapkan Dolphin sebagai topan kategori oranye, yakni tingkat peringatan tertinggi kedua.

Baca Juga: Topan Bavi Ancam Jepang, Taiwan Siaga Tinggi dan Ratusan Penerbangan Dibatalkan

China juga menaikkan status tanggap darurat topan satu tingkat menjadi Level III untuk mengantisipasi risiko banjir dan tanah longsor.

Pusat Meteorologi Nasional China memperkirakan Dolphin kemungkinan besar mendarat di antara Kota Zhoushan di Provinsi Zhejiang dan Kota Fuding di Provinsi Fujian.

Kecepatan angin di sekitar pusat topan diperkirakan mencapai 38-45 meter per detik atau sekitar 85-101 mil per jam.

Pelabuhan dan bandara hentikan operasi

Hujan lebat dan angin kencang diperkirakan melanda wilayah China bagian timur hingga 12 Agustus, termasuk Shanghai dan sejumlah provinsi di sekitarnya. Sejumlah wilayah di Zhejiang bagian timur bahkan diperkirakan menerima curah hujan lebih dari 600 milimeter.

Zhejiang telah menaikkan peringatan topan di wilayah pesisir ke level tertinggi dan menghentikan aktivitas pelabuhan.

Pemerintah di China bagian timur dan selatan juga menghentikan layanan kapal feri, menghentikan sebagian pekerjaan konstruksi, serta memerintahkan kapal-kapal nelayan kembali ke pelabuhan.

Ningbo Lishe International Airport di Zhejiang menyatakan akan menghentikan seluruh penerbangan pada Minggu. Sementara itu, Pelabuhan Yangshan di Shanghai telah mengosongkan kapal-kapal pada Jumat malam.

Baca Juga: Topan Bavi Hantam Kepulauan Mariana, Angin 290 Km/Jam Ancam Pangkalan Militer AS

Sejumlah layanan kereta api di kawasan Delta Sungai Yangtze juga akan dihentikan mulai Minggu.

Beijing turut memantau ketat pergerakan topan dan menyiapkan rencana pengendalian banjir serta evakuasi apabila diperlukan.

Di Taiwan, pemerintah membatalkan 78 penerbangan, sebagian besar merupakan penerbangan internasional, akibat dampak topan. Hujan deras diperkirakan mengguyur wilayah utara Taiwan sepanjang akhir pekan. Namun, hingga Sabtu, pemerintah belum memerintahkan evakuasi.

China juga meminta kapal-kapal yang melintas di Selat Taiwan mematuhi instruksi pengendalian lalu lintas sebagai bagian dari langkah mitigasi dampak topan.

Taiwan mengecam kebijakan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan "konyol", dengan alasan Beijing tidak berhak membatasi akses terhadap perairan internasional.

Baca Juga: Dua Badai Tropis Hantam Jepang-Taiwan, Transportasi Lumpuh dan Evakuasi Massal

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan mengklaim Selat Taiwan sebagai bagian dari kepentingan strategisnya. Klaim tersebut ditolak oleh pemerintah Taiwan dan Amerika Serikat.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×