kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Topan Dolphin Hantam Jepang, China Tutup Pelabuhan Jelang Pendaratan Badai


Sabtu, 08 Agustus 2026 / 16:28 WIB
Topan Dolphin Hantam Jepang, China Tutup Pelabuhan Jelang Pendaratan Badai
ILUSTRASI. Topan Super Ragasa mendekati Hong Kong (REUTERS/Tyrone Siu)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Hujan lebat dan angin kencang diperkirakan melanda wilayah China bagian timur hingga 12 Agustus, termasuk Shanghai dan sejumlah provinsi di sekitarnya. Sejumlah wilayah di Zhejiang bagian timur bahkan diperkirakan menerima curah hujan lebih dari 600 milimeter.

Zhejiang telah menaikkan peringatan topan di wilayah pesisir ke level tertinggi dan menghentikan aktivitas pelabuhan.

Pemerintah di China bagian timur dan selatan juga menghentikan layanan kapal feri, menghentikan sebagian pekerjaan konstruksi, serta memerintahkan kapal-kapal nelayan kembali ke pelabuhan.

Ningbo Lishe International Airport di Zhejiang menyatakan akan menghentikan seluruh penerbangan pada Minggu. Sementara itu, Pelabuhan Yangshan di Shanghai telah mengosongkan kapal-kapal pada Jumat malam.

Baca Juga: Topan Bavi Hantam Kepulauan Mariana, Angin 290 Km/Jam Ancam Pangkalan Militer AS

Sejumlah layanan kereta api di kawasan Delta Sungai Yangtze juga akan dihentikan mulai Minggu.

Beijing turut memantau ketat pergerakan topan dan menyiapkan rencana pengendalian banjir serta evakuasi apabila diperlukan.

Di Taiwan, pemerintah membatalkan 78 penerbangan, sebagian besar merupakan penerbangan internasional, akibat dampak topan. Hujan deras diperkirakan mengguyur wilayah utara Taiwan sepanjang akhir pekan. Namun, hingga Sabtu, pemerintah belum memerintahkan evakuasi.

China juga meminta kapal-kapal yang melintas di Selat Taiwan mematuhi instruksi pengendalian lalu lintas sebagai bagian dari langkah mitigasi dampak topan.

Taiwan mengecam kebijakan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan "konyol", dengan alasan Beijing tidak berhak membatasi akses terhadap perairan internasional.

Baca Juga: Dua Badai Tropis Hantam Jepang-Taiwan, Transportasi Lumpuh dan Evakuasi Massal

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan mengklaim Selat Taiwan sebagai bagian dari kepentingan strategisnya. Klaim tersebut ditolak oleh pemerintah Taiwan dan Amerika Serikat.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×